Buka Rakor Kementerian PPPA, Olly Sebut Angka Trafficking Sulut Menurun

Infobmr.com, MANADO –  Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE berharap Rapat Koordinasi (Rakor) Perlindungan Hak Perempuan Kawasan Indonesia Timur di Manado, 8-10 Juli 2017 dapat menghasilkan keputusan monumental yang semakin memajukan perempuan di segala bidang.

Menurut Olly, untuk mewujudkan cita-cita mulia itu, tentunya harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan terhadap kaum perempuan sehingga siap bekerja dan berkarya dalam pembangunan Sulut, seiring dengan perkembangan dunia pariwisata.

“Saya harap kementerian PPPA dapat mengadakan pelatihan untuk perempuan Sulut. Apalagi pesatnya perkembangan pariwisata di Sulut, Nantinya mereka yang telah dilatih dapat bekerja di bidang pariwisata,” ujar  Olly.

Orang nomor satu di Sulut itu menyebutkan dengan semakin banyaknya lapangan pekerjaan dan pelatihan terhadap perempuan dapat mencegah kejahatan seperti trafficking.

“Angka trafficking saat ini jauh berkurang dibandingkan dengan dua tahun lalu. Ini terjadi karena jumlah lapangan pekerjaan yang semakin banyak dan sosialisasi dari pemerintah juga yang terus berjalan,” paparnya.

Lebih jauh, Gubernur Olly juga menyinggung keberadaan organisasi Percintaan Ibu Kepada Temurunnya (PIKAT) yang telah berusia 100 tahun dan memiliki cabang di luar Sulut itu. Dia pun meminta dukungan dari pihak Kementerian PPPA terhadap perkembangan PIKAT.

“PIKAT sudah berdiri 100 tahun. Artinya, sebelum Indonesia merdeka, organisasi ini sudah ada. Mudah-mudahan pihak kementerian bisa mensuport PIKAT dalam setiap kegiatannya,” pinta politisi Senior PDI Perjuangan itu.

Di tempat yang sama, Menteri Negara Pemberdayaaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip. Apling, MA mengapresiasi atas tingginya partisipasi perempuan dalam membangun Sulut, termasuk dalam bidang politik dan pemerintahan.

“Banyak perempuan Sulut yang menjadi anggota parlemen. Bahkan jumlahnya mencapai 46 persen. Selain itu ada yang menjadi kepala daerah di kabupaten dan kota. Bahkan di sini ada organisasi perempuan PIKAT yang sudah berusia 100 tahun,” tandasnya.

Semua pencapaian itu, dikatakan Menteri Yohana sebagai faktor yang menempatkan Sulut dalam urutan tiga besar terbaik dalam Indeks Prestasi Gender (IPG) di Indonesia. “Saya kira inilah yang menyebabkan IPG Sulut sangat baik,” ucapnya.

Terkait permintaan Gubernur Olly tentang pelatihan terhadap kaum perempuan ditanggapi positif Menteri Yohana. Dia berjanji bahwa pihak Kementerian PPPA akan mengadakan pendidikan diploma selama satu hingga dua tahun untuk perempuan agar dapat bekerja sesuai keahliannya sehingga terhindar dari korban trafficking. [hps]

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Ryze Tech Luncurkan Drone Seharga Satu Jutaan

Infobmr.com, TEKNO – Persaingan drone kini semakin ketat, startup asal ...