Safrizal Walahe, SH. Ketua PB-KPMIBU

Tragedi Bunor, Hilangnya HAM Di Bolmong Utara

OLEH SAFRIZAL WALAHE, SH

AWAL Tahun 2015  di Bolaang Mongondow Utara membawa catatan tersendiri. Yang tak kan terlupakan sekira 1 atau 2 windu. Adalah tragedi tewasnya almarhum Aiptu Joko Suswanto (Bukan Siswanto, red) Sabtu malam (3/1) yang diduga kuat akibat tikaman tersangka RD alias Ipal (24) warga Talaga, Kecamatan Bolangitang Barat. Kejadian di kawasan pantai Bunor itu, ditindaklanjuti oleh tim Buruh Sergap (Buser) Polres Bolmong. Diciduklah Ipal (24) yang  kabarnya ‘jenggo’ di kampungnya. Tak hanya menciduk Ipal. ZD alias Inal yang berusia remaja itu turut diangkat ke tahanan Polres  Bolmong. Mungkin lagi ‘emosi’ sehingga anak di bawah umur pun diciduk dan ditahan. Masya Allah. Perjalanan Ipal pun cuma 24 jam saja. Lalu, Senin (5/1) tersangka yang harusnya tetap dilindungi itu dikabarkan sudah dijemput sang Maut. Bersamaan dengan itu, almarhum Joko pun dimakamkan dengan upacara militer. Ipal juga mengikuti nasib Joko. Dia juga dimakamkan Selasa (6/1) sekira pukul 17.00 Wita di belakang rumahnya, Desa Talaga. Kondisi tubuh Ipal sungguh mengenaskan. Diduga kuat, sebelum tewas, Ipal mengalami penyiksaan fisik yang berlebihan.

Terkait dari kasus yang menyedot perhatian masyarakat itu mendapat perhatian dan kritikan. Pembunuhan yang terjadi terhadap oknum kepolisian Kaidipang seharusnya diproses secara hukum yang berlaku tidak dengan mengambil tindakan secara sepihak oleh oknum kepolisian apalagi sampai menewaskan tersangka pembunuhan. Ada ketentuan-ketentuan hukum yang harus dihormati ditaati dan ditegakkan secara adil dinegeri ini. Petugas Kepolisian seharusnya sudah memahami kedudukan tersangka dalam UU Nomor 8 tahun 1891 tentang Hukum Acara Pidana, UU Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban dan UU Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia.

Teman Polisi  juga mesti berpatokan kepada Tugas Pokok Kepolisian sebagaimana diatur dalam UU No. 2 tahun 2002 pada pasal 13 ialah Menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Sebagai pemuda Bolmong Utara saya sepenuhnya mendukung proses hukum terhadap tersangka. Tetapi kami juga rekan PB KPMIBU akan menseriusi persoalan keanehan terbunuhnya tersangka dalam sel tahanan beberapa waktu lalu. Langkah-langkah yang akan kami tempuh kepada oknum-oknum Kepolisian diantaranya sangkaan tidak mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku baik yang berhubungan dengan tugas kedinasan maupun berlaku secara umum dengan melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan dan martabat negara, pemerintah atau Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf g Jo pasal 5 huruf a PP RI No. 2 tahun 2003. Kejadian ini juga termasuk dalam pelanggaran Pasal 338 KUHP ; menghilangkan nyawa orang lain. Selain itu Petugas polisi juga telah melanggar kode etik dan kelalaian dalam bertugas. Saya mewakili pengurus besar KPMIBU turut berduka cita bagi keluarga korban dan tersangka. kita bisa mengambil pelajaran dan hikmah dari kejadian ini.***

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Ryze Tech Luncurkan Drone Seharga Satu Jutaan

Infobmr.com, TEKNO – Persaingan drone kini semakin ketat, startup asal ...