Gambar Ilustrasi (Sumber : poskotanews.com)

Puasa Kaget, Kaget Puasa

Oleh : Ridwan Lasamano

Lewat Firman (bukan nama sahabat saya), Tuhan sudah mewajibkan kita ummatnya untuk “Shaum” atau berpuasa,  istimewanya kewajiban ini menjadi menu spesial diantara menu-menu penghambaan lain yang berbeda ganjarannya. “Puasa untukKU dan aku yang akan membalasnya”, begitu kata Tuhan dalam hadits Qudsi.

Artinya bahwa Puasa ini melulu urusan kita dengan Tuhan, tak perlu harus kait- mengait dengan urusan ibadah orang lain,  apalagi sampai murka melihat orang yang minum es cendol di siang bolong.  Itu hak mereka, Tak mungkin orang yang tidak berpuasa dan harus menahan lapar seperti orang berpuasa?.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, banyak literatur ilahiat yang membicarakan keistimewaan bulan ini. Bulan yang dapat menjauhkan orang dari api neraka hanya karena bergembira dengan kedatangannya, Man Fariha Bidukhuli Ramadhaana, haramallahu Jasadahu alaa niiran, walaupun konon katanya ini hadits Dhoif (lemah) Wallahu Alam bisshawab.

Ada juga Ayat Allah yang menegaskan tentang pengampunan Dosa bagi yang puasa Ramadhan, dosa yang lalu, dan yang akan datang.

Bahkan keistimewaan Bulan ini, dikalangan para orang-orang tua kita di Bolangitang, sering menyebutnya sebagai ”Hula mopia” atau bulan baik, saya jadi berfikir bahwa yg sebelas bulan diluar Ramadhan itu berarti ”Hula dio mopia” atau tidak baik.

Semoga saja bukan seperti ini pemaknaannya. Karena memang bulan ini kita digiring untuk selalu mendadak. Mendadak—alim—soleh—dermawan, walaupun sebelumnya kita Hinut, Bunggili alias Botu.

Selesai bulan ramadan kembali ke habitat semula, habitat sebelas bulan. Bukankah Ramadhan itu adalah bulan yang ditetapkan Allah menjadi Bulan yang wajib shaum, maka Bulan yang diluar ramadhan itu harus ada nilai yang diterapkan dari gemblengan ramadhan, kata Om saya.

Beruntunglah orang yang berpuasa,  karena puasa adalah ukuran kadar iman, yang berhalangan tidak sempat puasa,  maka itu sebuah kerugian,  maka dalam kerugian itu tak boleh yang berpuasa justru memurkai mereka.

Bukankah yang mengetahui puasa itu hanya yang puasa dengan Tuhan?. Kan ada hadits qudsi : Asshaumu Liiy wa anaa ajziibihii (Puasa itu untukKU dan aku yang akan membalasnya) kata Allah.

Trus kenapa kita harus masuk ke wilayah privasi dan wilayah hak ilahiat.?

Apa kita mentang-mentang sudah puasa trus mendapat legitimasi menghakimi orang yang tidak puasa.?

Apakah dengan puasa kita dibebankan pada persoalan orang yang makan di siang hari. Kan ini bukan urusan kita.!

Sesungguhnya Puasa itu pada hakikatnya menjaga stabilitas emosi, agar kita tak mudah terpengaruh oleh lezatnya es buah di siang hari, tidak hanya itu. Emosi kita menjadi stabil oleh keadaan sekeliling sehingga kita menjadi cerdas Emosi.

Lonjakan-lonjakan drastis perilaku saat puasa hanya terasa akan menyiksa batin kita, kita menjadi teramat shaleh, sehingga kita berperilaku ekslusif, perilaku yang memicu fluktuatif marah. Marah lihat orang makan di siang hari.

Nasehati aja dengan baik tak usah marah-marah. Puasa kok jadi pemarah. Jangan-jangan kita dikatakan oleh anak muda : ”Biasa jo kwa, so pernah leh” pasti akan semakin marahlah kita. Trus hakekat puasa ada dimana?

Ditambah lagi dengan segala tetek bengek kebutuhan hari raya yang sungguh luar biasa, ini juga menjadi pemicu degradasi nilai puasa. Entah ini sudah menjadi tradisi tahunan atau apa namanya, tapi yang jelas bahwa perilaku konsumerisme meningkat menjelang Hari raya. Padahal disepuluh hari terakhir itu kan banyak ampunan Allah, justru diwaktu-waktu inilah sedikit menyita energi positif kita menjelang hari raya.

Satu lagi yang lucu, Pada saat belum puasa, diantara kita yang kebetulan punya kelebihan harta yang diberi Allah, selalu pamer kemewahan dihadapan kaum Dhu’afa, si kaya menghambur harta di depan mata si fakir, bukankah ini sbuah planggaran nurani.

Datang di bulan puasa ketika lapar di siang hari, meminta untuk dihargai oleh orang yang sebelumya jadi penonton acara pameran kemewahannya.

Ini kan seenaknya mempermainkan nurani ummat dhu’afa. Dan semoga ini dijauhkan dari kita di menjelang Bulan penuh kebaikan ini.

Hindarilah kebiasaan Puasa,  menahan lapar dan haus di siang hari,  tapi balas dendam makan ukur bengko di malam hari.*

*Penulis adalah Jurnalis pada media infobmr.com

Puasa Kaget, Kaget Puasa

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Ryze Tech Luncurkan Drone Seharga Satu Jutaan

Infobmr.com, TEKNO – Persaingan drone kini semakin ketat, startup asal ...