Ridwan Lasamano

Merdeka, Korupsi dan Bambu Runcing

Oleh : Ridwan Lasamano

Ditengah gegap gempitanya peringatan kemerdekaan ini, pernakah kita melayangkan ingatan ke suasana yang tak sempat kita lihat, dan hanya kita dengar lewat sejarah, yakni perjuangan merebut kemerdekaan yang kita rayakan hari ini.

Para pejuang zaman dulu yang telah merebut dan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, mungkin mereka berfikir bahwa dengan merdekanya Republik ini seluruh rakyatnya akan hidup di alam dan suasana yang merdeka dalam kemakmuran.

Mungkin saja mereka para pejuang di kala itu tak pernah membayangkan jika Republik yang telah mereka rebut dan pertahankan dengan kucuran keringat, derai air mata bahkan genangan darah ini dalam perjalanan sejarah selanjutnya akan jatuh ke tangan Tirani Minoritas,

Ya,,, Tiran Minoritas yang menyengsarakan republik ini. siapa mereka para tiran ini, tak usahlah kita mencari dengan tetek bengek definisi, arahkan saja telunjuk kita ke para pelaku KKN di negeri ini.

Ya, mereka para pelaku Korupsi, sesungguhnya adalah tiran korup yang sangat menyengsarakan isi negeri ini. mereka adalah penjajah licik yang merampok harta ibu pertiwi dengan menggunakan jabatan.

Jika di zaman kemerdekaan para pejuang menggunakan bambu runcing untuk membantai serdadu kolonial atas nama rakyat untuk merdeka, maka di zaman ini kita hanya bisa berharap pada lembaga hukum untuk menjagal para tiran korup. Namun lagi-lagi berkat kelihaian para tiran korup ini mereka bisa lolos dari jerat hukum.

Tulisan ini bukanlah bermaksud mengurai tindak pidana korupsi yang terjadi selama ini. karena membicarakan ini sudah menjadi hal yang memuakkan rakyat, ya, rakyat yang diam dalam lugu nan kecewa karena harta ibu pertiwi yang dirampok

Maka jangan salahkan rakyat jika suatu saat mereka akan murka dengan tindak laku para penjajah baru bermotif korupsi ini. Jangan kaget, jika suatu saat, rakyat jelata yang tak mengerti dengan konsep revolusi ini, akan bangkit mencari para pelaku korupsi dengan menggunakan bambu runcing.

Ya, Rasanya sangat adil jika para pelaku korupsi di bunuh dengan bambu runcing di lapangan terbuka oleh rakyat yang terzalimi.
Karena sesungguhnya para pelaku Korupsi adalah serdadu kolonial.

Alun-alun Boroko,
17 Agustus 2015.
Penulis.

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Ryze Tech Luncurkan Drone Seharga Satu Jutaan

Infobmr.com, TEKNO – Persaingan drone kini semakin ketat, startup asal ...