Membaca Relasi Kepemimpinan Negeri Dalam Bilangan History

Oleh : KAMIL

Diawali dengan penulis mengingatkan kembali kepada kita bahwa Sesungguhnya Kemerdekaan Manusia, Masyarakat, dan Negeri adalah kemerdekaan untuk menemukan batas.

Ketetapan batas itu berpedoman pada titik akurat dari kesejahteraan, kesehatan dan keselamatannya.  terlalu membatasi atau tidak terbatas sama-sama mengandung “ranjau” atas kesejahteraan, kesehatan & keselamatanya. Dalam Ruang tiga dimensi ini saja kita masih belum melihat secara jelas, jarak batasan ranjaunya ataukah memang ruang itu disengaja untuk dibuatkan ranjau? lalu entah kesiapa ranjau itu dibuat?. itu tidak penting yang paling utama dalam hal ini mungkin yang dimaksud dengan ranjau kesehatan, ranjau keselamatan, ranjau kesejahteraan selalu menjadi paket yang paling diramaikan jika harus menjadi orang penting dinegeri ini.

Sepertinya kita lupa bahwa penegasan Berdirinya negeri ini menapaki kemerdekaanya dengan mempersyaratkan perdamaian abadi menuju keadilan sosial. seperti terandai punya pakaian sama sekali atau tidak punya pakaian sama sekali;sama-sama tidak adil. terlalu kenyang juga tidak adil sebagaimana tidak makan juga tidak adil. inilah kalimat bijak yang sering kali dialpkan dalam samangat pembangunan negeri yang sedang berjalan saat ini.

Tidaklah adil pula jika berbincang, membahas, mengkisahkan dalam upaya menuturkan perihal soal jatuh bangun perjalanan Negeri ini alalagi dalam bab soal relasi kepemimpinan, jika tidak dimulai dari pijakan pikiran alam bawah sadar dalam dimensi ruang postur historisnya. karena ruang bathin histori sesungguhnya adalah sebuah ruh absolut dari kesadaran kehidupan yang berjalan. rotasi kehidupannya akan berjalan secara silih berganti disetiap fase dan putaran waktunya, namun harus memastikan tarikan garis sumbunya tidak akan pernah berubah pada setiap lintas massa yang selalu berubah dalam setiap saat.

Kesadaran itu adalah sumbuh dari titik pusat realitas (Kenyataan) dan rel kehidupan yang berjalan adalah pilar dari putaran rotasinya. sehingga hanya kesadaran historilah yang hanya mampu memberikan andil dalam upaya membongakar Mental dan Nalar masyarakaytnya pada ruang bathin sosio-kultural, budaya, maupun seting kegairahan politiknya.

Oleh karena dengan bangunan pemahaman yg demikian kita bisa memastikan, siapah diri kita yg sebenarnya. diakui maupun tidak kita yang ada saat ini, karena dibentuk oleh masa lalu dan bukan hanya ada karena diada-adakan oleh masa kini atau lebih parahnya dibentuk oleh orang-orang kekinian.

lagi pula cerita kita adalah kisah yg menyimpan lembaran-lembaran berharga yang telah tergoreskan dengan tinta-tinta fakta masa lalu yang sudah tertulis dalam ingatan ruang bathin koleftif negeri dalam susunan halaman peristiwanya yang sudah berjalan beratus tahun yang silam.

Dengan pemenuhan syarat yang demikian,  jati diri dan mentalitas kolektif Negeri akan lebih cepat tersambungkan pada titik kesadaran dalam dimensi ruang bathin masyarakatnya dan bukan dipaksa untuk dimengerti dengan langkah taktis sesaat,  karena sesungguhnya negeri ini dimerdekakan dengan syarat-syarat  luhur diatas dan bukan syarat yang hanya bersipat” kacang Goreng” seperti yg kita bayangkan.

Masa lalu kita banyak menyimpan memori pasang-surut, jatuh-bangun namun tetap bertahan sampai dengan saat ini. dimasa lalu kita punya wilayah berdaulat dan berkuasa. Misalnya,  Negeri Kaidupa dimana negeri ini di pimpin oleh kepala suku yang sangat wijaksana bernama Pugu-Pugu(Nama Kecilnya sebelum diangakat menajadi raja). yang pada saat itu sudah mampu menajalin komunikasi dengan orang asing Eropa. bukankah pula negeri yang kita sebut saat ini dengan nama Bolaang Itang yang dulunya bernama “Mokapogu” pernah dipimpin oleh kepala sukunya (Dotu/Datu) yang sakti mandra guna, cerdas & adil, yakni Yang Mulia Datu Dotinggulo yang selama hidup berdiam diri di Gunung Mokapogu sampai akhirnya lewat generasinya melahirkan sebuah wilayah kerajaan baru yang diberi nama Bulangita.serta Bintauna yg ada bagian Timur negeri ini adalah sebuah persemakmuran yg lahir dari tangan seorang Datu yg sangat di hormati dan dibanggakan rakyatnya yakni yang Mulia Datu Moe’reteo yang melahirkan raja-raja yg pernah berkuasa di negeri Bintauna yang menyimpan catatan besar dalam perjalan kepemimpinanya.

Relasi kepemimpinan semacam ini yang sering kali dialpakan dalam Seting kepemimpinan negeri ini. Inilah yg penulis maksudkan bahwa jika ingin berbincang soal negeri ini janganlah pernah dipenggal-penggal atau dipisahkan dari masa lalunya. karena mental dan nalar yang terbentuk saat ini adalah sisa bentukan masa lalu. dimasa lalu juga itu bersemayam jati diri kita yang sebenarnya.

Tentunya penulis yakin dan percaya.bahwa pemimpin bagaimanapun nantinya yang akan dihasilkan, program jitu apa yang berhasil dirumuskan, dan kebijakan ideal seperti apa yg bakal dilahirkan, jika tidak berpijak garis lurus makna history negerinya dan seakan menggadaikan referensi kenyataan masa lalunya, sudah dipastikan Negeri ini akan selalu tertatih pada kenyataan sesaat serta pula akan semakin lamban dalam gerak cepat pembangunanya.

Masa lalu kita banyak menyimpan nilai harta kebudayaan dan warisan tradisi. jika ini terpelihara dengan baik, nantinya bisa dititipkan, diwariskam kepada orang-orang yang hidup disaat ini guna untuk dijaga dan dirawat serta terabadikan dan tak pernah lekang oleh putaran siklus zaman yang terkadang menipu image kesadaran kolektif itu sendiri baik termasuk dalam tradisi kepemimpinan negeri.

Karena sesungguhnya negeri ini dicipta dan dimerdekakan bukan hanya untuk dalam waktu 5 atau 10 tahun akan datang namun Negeri ini lahir untuk waktu yang tak terhingga. bagaimana bisa dapat dengan utuh kitanya mampu merumuskan masa depan negeri dengan dalil atas nama rakyat dan masyarakat, jika para pemimpin negeri ini kurang paham dan bahkan tidak pernah mau tahu soal patahan garis hitory masyarakatnya dalam bingkai sosio-kulturnya yang terkandung di ruang bathin setiap manusia-manusianya.

Sehingganya sebagai  akhir dari  tulisan singkat ini penulis berkesimpulan bahwa ada beberapa syarat mutlak untuk menjadi pemimpin dinegeri ini :

Pertama,  Harus paham betul jatuh-bangun setiap rentetan masa lalu negeri hingga saat ini karena penting kiranya hanya dengan referensi masa lalu kita hanya akan bisa memandu jalan kearah masa depan.

Kedua,  pemimpin harus jelas dan paham pada kandungan dimensi ruang bathin terdalam di setiap masyarakatnya yang secara kolektif memiliki mentalitas diri hanya dengan modal sosial yang demikin kita hanya akan mampu menatap masa depan negeri dengan menjadi negeri yang memiliki jati diri yang kuat dan bukan menjadi negeri yang berjalan tanpa kepercayaan diri.

Ketiga, model apapun yang dihasilkan oleh kemajuan Zaman dan segala pernak perniknya. Kepada pemimpin negeri sebagai bagian dari simbol negeri jangan pernah membiarkan masyarakatnya dalam konteks sosio-kuktul dan kebudayaan akan tercerabut dari akar kebudayaan lokalnya maupun tradisi kebiasaan yang pernah ada. jika ini yang terjadi sudah jelas tidak akan membawa harmonisasi makna kearah yang lebih baik dan jika itu ada, hanya terjadi dalam sesaat serta yang paling penting Negeri ini akan berjalan dengan antrean panjang generasinya yang tidak paham akan kondisi lokal negerinya dan membiarkan warisan kulturnya akan lanyap ditelan over gengsi generasinya maka sudah tidak ada lagi tradisi kepemimpinan yang ideal di negeri ini.

Keempat, mungkinkah kita lakukan? dan Penulis percaya bahwa sepertinya para leluhur-leluhur negeri ini kita akan bangunkan lagi dari tidurnya yang panjang guna mengajari dan mengingatkan kita soal bagaimana mengurusi negeri ini dengan cara yang benar dan bukan dengan hanya menjual soal kesejahteraan, keselamatan, kesehatan namun akhirnya hanya menjadi ranjau Negeri yang sangat mengerikan bagi masyarakat serta hanya akan melahirkan manusia-manusia bermental juara namun tanpa mengenyam ring kompetisi yang jelas.

*) Penulis adalah Kader Ansor Kabupaten Bolmong Utara

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Ryze Tech Luncurkan Drone Seharga Satu Jutaan

Infobmr.com, TEKNO – Persaingan drone kini semakin ketat, startup asal ...