Cukup Nonton Perang Mereka

Oleh: Ridwan Lasamano

Dalam sejarah, banyak pemerintahan atau negara Islam yang muncul,  baik negara yg benar-benar baru, maupun negara hasil penaklukan atau hasil pembaiatan yang tidak sah karena sebelumnya telah ada khalifah. Realitas ini dapat kita cermati misalnya dengan munculnya Daulah Abbasiyah yang merupakan hasil dari penaklukan terhadap daulah Umayyah.

Berdasarkan konsep negara ala HT, seharusnya khilafah Abbasiyah dan Ottoman tidak sah karena keduanya dibangun mlalui penaklukan khilafah Islam sebelumnya.

Dengan demikian, HT menampakkan inkonsistensinya terhadap konsep khilafah, yaitu disatu sisi tidak boleh membaiat dua khalifah,  namun di sisi lain, khilafah mereka meyakini kontinuitas khilafah hingga saat ini. Bahkan pada setiap bulan Maret diperingati sebagai hari keruntuhan khilafah Islam Turki Ottoman.

Langkah bijak dan cedas pemerintah Indonesia jika membubarkan HTI, Namun jika kita cermati sebetulnya,  walau tak dibubarkan namun HT punya lawan besar,  yaitu ISIS.  Sehingga HT punya tugas besar dalam ideologi khilafah versi mereka,  karena gagasan Khilafah yang diproklamirkan oleh Taqiudin An Nabhani di kota Quds Palestina tahun 1954, mendapat lawan baru sesama khilafah,  yaitu munculnya khilafah versi ISIS yg diproklamirkan oleh Abu Bakar Al Bagdadi di Irak tahun 2014.

Jika HT konsisten dengan ideologi mereka,  bahwa pemerintahan khilafah hanya satu di dunia dan Khilafah yang muncul belakangan harus diperangi,  maka seyogyanya hari ini kita di Indonesia,  cukup menonton perang di Timur  Tengah,  perang antara Khilafah versi HT melawan Khilafah versi ISIS.  Tak perlu kita repot buang energi menolak khilafah,  karena seyogyanya ada perang besar sesama khilafah di padang pasir sana.

Kalau kita cermati mimpi HT mendirikan khilafah Islam yang mulai diusung dan diasong tahun 54, maka suatu penantian cukup panjang bagi mereka untuk mewujudkan negara otoriter atas nama Tuhan ini.

63 Tahun bukanlah waktu yang pendek untuk mewujudkan sebuah imperium yang mengatasnamakan Tuhan. Ditambah lagi sampai hari ini belum ada negara di Timur Tengah yang menerapkan pemerintahan Khilafah bahkan mereka menolak keberadaan HT.

Ketika tertolak di negara tempat lahirnya,  justru HT mulai merambah ke negeri-negeri jauh untuk mewujudkan mimpi ini. Satu hal yang perlu kita tahu bahwa struktur Pemerintahan Khilafah sudah dibentuk oleh HT,  dan 3 kali terjadi pergantian Pimpinan Pusat HT,  maka struktur pemerintah khilafah pun berubah sesuai selera Pimpinan.

Kemunculan Khilafah versi ISIS, membuat wibawa HT merosot karena muncul khilafah yang bukan versi HT,  hari ini seharusnya mereka perang disana. Dan Kita di Indonesia cukup nonton perang HT vs ISIS,  sambil nikmati kopi,  kacang tore,  dan sebatang rokok gudang garam merah.

*Penulis adalah Jurnalis pada media infobmr.com

Cukup Nonton Perang Mereka

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Ryze Tech Luncurkan Drone Seharga Satu Jutaan

Infobmr.com, TEKNO – Persaingan drone kini semakin ketat, startup asal ...