Hakim Nawawi : Ada Yang Tidak Sehat di Organisasi KPK

Infobmr.com, BOROKO – ‎Calon Pimpinan KPK Nawawi Pomolango menjabarkan beberapa langkah yang bakal ditempuh jika dirinya lolos menjadi pimpinan KPK.

Pertama penguatan kordinasi dan supervisi.

Kedua penguatan monitoring.

Ketiga pengoptimalan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Keempat tata kelola organisasi KPK secara internal.

“‎Kemarin ada problem muncul pegawai KPK gugatan keputusan. Mahkamah Agung organisasi besar dan sumber daya manusianya banyak. Saya belum pernah dengar misalnya hakim dipindah ke Manado, lalu gugat Mahkamah Agung,” ucap Nawawi yang juga Hakim di Pengadilan Tinggi Bali itu, Rabu (28/7/2019) ketika tes uji publik dan wawancara di Gedung 3, Lantai 1, Setneg, Jakarta Pusat.

Tidak hanya itu, Nawawi juga menyinggung beberapa kali pimpinan KPK tidak tahu jika ada Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Membaca hal tersebut, dia meyakini organisasi KPK tidak sehat.

“Ada OTT tapi pimpinan belum tahu, beberapa kali seperti ini. ‎Ada problem di dalam organisasi ini. Saya bisa katakan organisasi KPK tidak sehat dan butuh obat. Sudah digugat oleh pegawai, pimpinannya kalah lagi,” tegasnya.

Untuk diketahui Pansel Capim KPK kembali melakukan uji publik terhadap tujuh kandidat komisioner KPK pada Rabu (28/8/2019).

Di hari kedua ini sebanyak tujuh calon pimpinan KPK ‎ikut dalam tes.

Mereka di antaranya Direktur Tata Usaha Negara pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Johanis Tanak, advokat yang juga mantan Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Lili Pintauli Siregar.

Akademisi Luthfi Jayadi Kurniawan, mantan jaksa M Jasman Panjaitan, hakim Pengadilan Tinggi Bali Nawawi Pomolango, dosen Neneng Euis Fatimah, dan dekan Fakultas Hukum Universitas Jember Nurul Ghufron.

Uji publik berlangsung selama tiga hari, 27-29 Agustus 2019 dimulai pukul 08.00 WIB. Setiap capim diberi waktu satu jam untuk sesi wawancara.

Mereka harus menjawab pertanyaan dari sembilan orang pansel yaitu Yenti Garnasih, Indriyanto Senoadji, Harkristuti Harkrisnowo, Marcus Priyo Gunarto, Diani Sadia Wati, Mualimin Abdi, Hendardi, Hamdi Moeloek, dan Al Araf.

Selain pansel, ada dua orang panelis juga yang akan bertanya yaitu sosiolog hukum Universitas Indonesia Meutia Ghani-Rochman dan pengacara Luhut Pangaribuan.

20 nama

Sebelumnya Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK mengumumkan sejumlah nama yang lolos dalam proses seleksi profile assessment atau penilaian profil.

Pengumuman dilakukan di lobby Kantor Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Jakarta Pusat, pada hari ini, Jumat siang (23/8/2019).

Ketua Panitia Seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 Yenti Ganarsih mengatakan, 20 nama tersebut berasal dari berbagai latar belakang.

Sebelumnya 40 nama itu mengikuti seleksi Profile Assessment yang dilakukan pada 8-9 Agustus 2019, di Lemhanas RI Jakarta.

“Nantinya setelah dinyatakan lolos, peserta wajib mengikuti tes kesehatan pada 26 Agustus 2019, wawancara dan uji publik 27-29 Agustus 2019,” kata Yenti.

Berikut nama-nama Capim KPK yang Lolos Profile Assessment berdasarkan abjad :

  1. Alexander Marwata – Komisioner KPK
  2. Antam Novambar – Anggota Polri
  3. Bambang Sri Herwanto – Anggota Polri
  4. Cahyo RE Wibowo – Karyawan BUM
  5. Firli Bahuri – Anggota Polri
  6. I Nyoman Wara – Auditor BPK
  7. Jimmy Muhamad Rifai Gani – Penasihat Menteri Desa
  8. Johanis Tanak – Jaksa
  9. Lili Pintauli Siregar – Advokat
  10. Luthfi Jayadi Kurniawan – Dosen
  11. Jasman Pandjaitan – Pensiunan Jaksa
  12. Nawawi Pomolango – Hakim
  13. Neneng Euis Fatimah – Dosen
  14. Nurul Ghufron – Dosen
  15. Roby Arya – PNS Seskab
  16. Sigit Danang Joyo – PNS Kemenkeu
  17. Sri Handayani – Anggota Polri
  18. Sugeng Purnomo – Jaksa
  19. Sujarnako – Pegawai KPK
  20. Supardi – Jaksa

Sumber : Tribunnews.com

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Awas Virus Joker, Segera Hapus 24 Aplikasi Ini dari Ponsel Android Anda

Infobmr.com, TEKNO – Perangkat Android kembali mendapat ancaman serangan program ...