Aiptu Labora

Aiptu Labora Memang Sakti

Bebas Hampir 1 Tahun

Polisi ‘Rekening Gendut’ Kabur

(Info BMR) JAKARTA – Luar biasa, oknum Polisi pemilik rekening gendut, Aiptu Labora, ternyata masih sakti. Ganjaran Mahkamah Agung mendekam di penjara selama 15 tahun nyaris tak diindahkan. Sejak putusan setahun silam, Aiptu Labora Sitorus masih bebas menghirup udara segar dan belum juga ditangkap. Terpidana kasus rekening gendut itu masih bertahan di rumahnya di Sorong dan menolak kembali ke tahanan.

Dikutip di www.detik.com Labora berdalih telah mengantongi surat bebas dari Kalapas Sorong. Padahal Dirjen PAS Handoyo Sudrajat telah menegaskan bahwa surat itu palsu. Polda Papua Barat akhirnya membentuk tim khusus untuk meringkus Labora. Kapan Labora akan ditangkap, masih menjadi tanda tanya hingga kini.

Pihak Kejaksaan Agung juga hingga saat ini belum juga melakukan eksekusi pada Labora. Kabarnya eksekusi terkendala adanya oknum TNI AL yang menjaga. Saat dikonfirmasi, KSAL Laksamana Ade Supandi menuturkan belum menerima laporan. Alhasil Labora yang pernah bertugas di Polres Raja Ampat, Papua Barat itu pun masih bebas.

Pemilik rekening Rp 1,5 triliun itu didakwa menimbun BBM dan juga terlibat dalam pembalakan liar. Di awal proses hukumnya, Labora dijatuhi vonis 2 tahun penjara. Jaksa pun mengajukan banding hingga akhirnya kasasi dan Mahkamah Agung menjatuhkan vonis 15 tahun penjara pada Labora. Kini para penegak hukum baik jaksa maupun polisi belum berhasil memboyong Labora kembali ke selnya.

Bagaimana sebenarnya proses hukum yang dijalani Labora. Berikut kronologinya yang dirangkum detikcom, Jumat (6/2/2015):

17 Februari 2014

PN Sorong, Papua Barat memvonis Aiptu Labora Sitorus dengan pidana 2 tahun penjara yang kemudian

Maret 2014

Labora keluar dari LP Sorong dengan alasan sakit

2 Mei 2014

Pengadilan Tinggi Papua memperberat hukuman Aiptu Labora Sitorus menjadi 8 tahun penjara dan denda Rp 50 juta karena terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang

17 September 2014

Mahkamah Agung kemudian menolak kasasi yang diajukan Labora. Labora divonis hukuman 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 5 miliar.

21 Oktober 2014

Jaksa kemudian menuju ke LP Sorong untuk melaksanakan putusan MA. Namun ternyata Labora tidak berada di selnya.

1 Februari 2015

Labora diketahui berada di rumahnya di Sorong. Saat hendak ditangkap, Labora berkelit dengan dalih surat bebas yang didapatnya dari Kepala LP Sorong.(lin/detik.com)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Merokok Saat Berkendara Dipidana 3 Bulan Penjara

Infobmr.com, Life Style – Banyak para pengguna jalan yang mengeluhkan ...