Diancam Bakteri, Peminat Cabo Tak Bergeming

(Info BMR) KOTAMOBAGU — Peminat cakar bongkar lagi digoda dengan isu bakteri dan bahan pengawet. Konon, di cabo yang laris manis itu, diduga bertengger bakteri membahayakan. Masyarakat yang gemar membeli baju bekas tak menyadari akan bahaya baju bekas tersebut.

Kendati diterpa isu miris itu, beberapa pedagang baju bekas yang ada di Kotamobagu mengaku, sudah 12 tahun berdagang baju bekas, tapi sampai saat ini belum ada pembeli yang mengeluh soal bakteri, gatal gatal dan semacam lainya. “Bahkan pakaian yang kami pakai itu juga barang impor/pakaian bekas, tapi sampai saat ini tidak kena penyakit gatal-gatal,” kata Om Kale.

Hal serupa dikatakan Aril (23) salah satu pembeli baju bekas. Ia mengaku tertarik membeli baju bekas karena kualitas serta harga masih terjangkau. “Barang-barang bekas ini cukup bagus dan murah. Biasanya sebelum di pakai saya rendam. Itu saya rendam semalam, dan di cuci bersih” kata Aril saat ditemui di lokasi penjualan baju bekas di pasar Kotamobagu.

Karena semakin marak penjualan baju bekas dan semakin banyak masyarakat yang tertarik membeli, seharusnya pihak terkait Dinas perdagangan (Pemerintah) harus memperhatikan edaran penjualan barang yang tidak steril dan ilegal yang di import dari luar nengri.(tr-3)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Update Corona di Indonesia 8 April 2020 : 2.956 Positif, 222 Sembuh, 240 Meninggal Dunia

Infobmr.com, JAKARTA – Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan ...