Gambar Ilustrasi (Sumber : www.entitashukum.com)

Diduga PT. BFI Kotamobagu Persulit BPKB Nasabah

Infobmr.com, KOTAMOBAGU  –  Seyogianya seorang nasabah yang telah menyelesaikan angsuran kendaraan pada Finance tertentu wajib menerima BPKB (Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor/Mobil). Akan tetapi berbeda dengan yang dialami oleh seorang nasabah bernama Dewi Y. Bakung yang telah selesai mengansur Mobil Avanza di PT. BFI Cabang Kotamobagu, alih-alih meminta hak atas BPKB dari mobil yang telah diangsurnya, nasabah pun harus melalui kesulitan berkepanjangan dari pihak BFI Kotamobagu.

Singkat cerita, awalnya Dewi dan mantan suaminya Arman Sumat melakukan kredit Mobil Avanza di PT BFI Cabang Kotamobagu, namun dalam prosesnya keduanya pun bercerai dan angsuran pun sepenuhnya dilakukan oleh sang isteri. Setelah proses angsuran selesai, maka Dewi pun meminta hak atas kepemilikan BPKB mobil tersebut, namun dari pihak BFI Kotamobagu cenderung mempersulit proses penyerahan BPKB sekalipun pihak nasabah sudah memenuhi segala persyaratan yang diminta pihak BFI Kotamobagu.

Sebagaimana dikatakan oleh Kuasa Hukum Dewi Y. bakung, Safrizal Walahe, SH kepada reporter media Infobmr.com, Selasa (28/02/2017), bahwa beberapa minggu lalu Pimpinan BFI berhasil di mediasi bersama pihak Dewi Y. Bakung di Polsek Urban Kotamobagu dan bersamaan dengan itu kami pun langsung menelpon Arman Sumat. Pada saat itu, lewat via Hand Phone Arman Sumat berbicara langsung dengan Pimpinan BFI dan menyatakan telah memberikan kuasa penuh kepada mantan isterinya, dan meminta agar pihak BFI tidak lagi mempersulit pengurusan BPKB atas nama mantan isterinya tersebut. atas hal itu Pimpinan BFI langsung menjanjikan bahwa besoknya BPKB akan langsung diberikan kepada klien kami, namun sampai dengan hari ini pihak BFI tidak menepati janji tersebut.

 “Lewat via telepon yang telah direkam dengan durasi 3 menit 2 detik, Pak Arman Sumat telah berbicara langsung dengan Pimpinan BFI dan menyatakan berulang kali bahwa dirinya telah menyerahkan penuh kuasa BPKB beserta mobil tersebut kepada klien kami. Dan pada saat itu pihak BFI berjanji akan segera menyerahkan BPKB kepada Ibu Dewi, namun keesokan harinya janji tersebut tidak ditepati. Karena merasa dibohongi sekaligus dipersulit oleh pihak BFI, Ibu Dewi pun kembali melapor ke Polsek setempat agar dimediasi kembali dengan pihak BFI Kotamobagu. Setelah itu didapatlah solusi yakni pihak Ibu Dewi harus membuat surat pernyataan yang di cap oleh lurah setempat. Setelah mendapat surat tersebut, klien kami pun berkunjung ke BFI dan menyerahkan persyaratan yang telah ditetapkan pada mediasi sebelumnya. Namun lagi-lagi pihak BFI meminta persyaratan baru yakni surat penyitaan dari Kepolisian. Pergilah Ibu Dewi ke Polsek setempat, namun dari Kepolisian tidak bisa memberi surat tersebut karena hal ini bukan kategori tindak pidana, Polisi pun hanya memberikan surat keterangan. Diperlihatkanlah surat keterangan tersebut kepada pihak BFI, namun BFI berdalih bahwa hal ini tidak bisa diproses dan meminta pihak Nasabahnya agar melaporkan saja masalah ini ke Polsek atau Polres Kotamobagu.” Terangnya

Dia pun melanjutkan bahwa pihak BFI terindikasi mempersulit penarikan BPKB yang secara terang-terangan merupakan mlik sah dari Nasabah Dewi Y Bakung yang telah dilegitimasi mantan suaminya.

“Kami menyimpulkan bahwa pihak BFI Cabang Kotamobagu sengaja menahan BPKB Klien kami, padahal hak 100 % dari nasabah sudah dipenuhi, malahan segala poin persyaratan dari BFI telah terpenuhi. Dan rekaman dari Arman Sumat sudah cukup kuat sebagai alat bukti karena didukung oleh UU ITE tentang kekuatan hukum pada bukti rekaman.” Ujar Advokat Peradi itu

Dewi Y. Bakung yang merupakan Nasabah di PT BFI Cabang Kotamobagu mengaku bahwa pihaknya cenderung dipersulit dalam proses penarikan BPKB yang secara terang-terangan adalah hak miliknya.

“Kami sudah memenuhi segala persyaratan yang diminta oleh pihak BFI, namun selalu saja dipersulit. Semoga saja hal ini tidak terjadi pada nasabah-nasabah selanjutnya, karena sampai detik ini BPKB saya tidak diserahkan pihak BFI.” Ujar Dewi

Sementara itu, Kepala BFI Cabang Kotamobagu Tommi Kumesan yang dikonfirmasi melalui via telepon mengatakan bahwa pihaknya tidak mempersulit pengurusan BPKB atas nama Dewi Y Bakung, hanya saja karena pemohon pertama adalah mantan suaminya yakni atas nama Arman Sumat maka syarat untuk memberikan BPKB pun harus berdasarkan surat kuasa dari pemohon pertama

“Yang kontrak pertama itu Arman Sumat, namun yang melakukan pengangsuran adalah isterinya yakni Dewi Y Bakung. Kami memang mengetahui bahwa saat ini BPKB tersebut adalah haknya Dewi, namun aturan mainnya BPKB tersebut harus diserahkan kepada pihak yang melakukan kontrak pertama, jika tidak maka harus berdasarkan surat kuasa dari pemohon sebelumnya.” Terangnya

Dia pun menambahkan jika sebenarnya penghambat utama dalam masalah ini adalah mantan suami Dewi yang susah dihubungi dan sudah berada diluar daerah Kotamobagu.

“Sebenarnya jika prosesnya lancar, BPKB bisa segera diserahkan kepada Ibu Dewi. Namun saat ini kami sudah mendapatkan surat kuasa yang ditandatangani langsung oleh Pak Arman Sumat, kendalanya tinggal proses pengiriman dari Luwuk ke BFI Kotamobagu. Dan kami menargetkan dalam waktu tiga hari BPKB sudah bisa diserahkan kepada Nasabah.” Ujar Kepala BFI Kotamobagu itu (Chan)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Ryze Tech Luncurkan Drone Seharga Satu Jutaan

Infobmr.com, TEKNO – Persaingan drone kini semakin ketat, startup asal ...