Ilustrasi Pencemaran Sungai akibat Zat Kimia

Warga Minta Tim Independen Untuk Uji Laboratorium

Terkait Dugaan Pencemaran Sungai Dumagin, (Info BMR) MOLIBAGU—Meski sudah ada hasil uji laboratorium dari Manado, terkait dugaan pencemaran sungai Dumagin, namun hasil laboratorium tersebut masih diragukan oleh sejumlah elemen masyarakat Bolaang Mongondow Raya (BMR). Menurut warga, jika uji laboratorium yang dilakukan oleh pihak JRBM atau pemerintah Kabupaten/Propinsi, masih perlu diragukan. Keraguan warga dikarenakan perusahaan tambang itu statusnya adalah kontraktornya pemerintah. Artinya, pemerintah dan perusahaan hubungannya adalah mitra kerja.

Aktivis pemerhati Bolmong Raya, Erwin Makalunsenge, mengatakan, uji laboratorium yang sudah dilakukan dan hasilnya negatif dari bahan kimia masih perlu dipertanyakan. “Lalu apa yang mengakibatkan ikan-ikan mati massal?,”tanya Erwin. “ Jika ikan di sungai Dumagin mati mendadak dan bukan karena zat kimia, maka kami butuh penjelasan dari pihak perusahaan,” lanjutnya.

Disebutkannya  bahwa  sangat aneh jika ikan mati lalu tidak ada penyebabnya.  Papa  Anugrah sapaannya, meminta, agar dilakukan pembuktian yang lebih akurat.  Harus  ada uji laboratorium pembanding tapi harus tim independen yang bukan dari pihak pemerintah atau perusahaan. “Bila perlu kita datangkan tim dari Institut Tehnologi Bandung (ITB) atau dari Universitas Indonesia (UI), untuk melakukan uji lab kembali,” tantang Erwin. Senada dengan  itu aktivis Bolsel Andika Hasan, menyebutkan bahwa jika memang hasil lab tidak ada unsur kimia Sianida (Zi), lalu apa penyebab kematian ribuan ikan di sungai Dumagin. “Ini yang perlu kita kaji dan analisa bersama,” terang Andika.

Sementara itu, pemerhati lingkungan Heru Lesmana menjelaskan, dalam proses penambangan emas dengan menggunakan bahan kimia Sianida, harus ada kolam pengendap awal. “Kolam pengendap ini menghasilkan limbah padat dan limbah cair. Selanjutnya limbah cair dialirkan ke kolam pengendap akhir yang berfungsi untuk mengendapkan partikel-partikel sisa. Limbah cair baru dapat dilepaskan ke perairan umum setelah kandungan sianida sesuai dengan baku mutu lingkungan. Nah, apakah pihak perusahan melakukan ketentuantersebut?,” jelas aktivis jebolan Pakuon Bogor ini. (tr-03)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Andalkan Layanan Triple Play, Masyarakat Boroko Segerah Nikmati IndiHome

Infobmr.com, BOROKO –  Tidak lama lagi , Masyarakat Boroko, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, segerah menikmati ...