Warga Dumagin Takut Konsumsi Air Sumur

(Info BMR) MOLIBAGU–Pasca terjadinya kasus matinya ribuan ikan dengan cara mendadak di sungai Dumagin Kecamatan Pinolosian Timur Bolmong Selatan (Bolsel), beberapa waktu lalu, hingga kini masih tersisa trauma bagi warga yang tinggal di wilayah tersebut. Dari informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, sejumlah warga yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) Dumagin, tak berani mengkonsumsi air sumur yang jaraknya dekat dengan sungai.

Warga kuatir jangan sampai air sumur yang mereka konsumsi tercemar dengan zat kimia beracun, yang telah mengakibatkan ribuan ikan mati di sungai belum lama ini. “Meski sudah ada penegasan dari pemerintah melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH), bahwa tidak terdapat zat berbahaya di sungai kami, tapi sebagai manusia kami tetap kuatir,” aku sejumlah warga Dumagin yang enggan nama mereka disebut. Warga pun berharap, agar pihak pemerintah daerah bisa kembali mengambil sampel air di beberapa sumur yang ada di Dumagin. “Yang kami tahu sudah ada pengambilan sampel, tapi untuk lebih meyakinkan, perlu dilakukan lagi uji laboratorium,” pinta warga.

Kepala Dinas Kesehatan Bolsel , Normawaty Patuti, saat dikonfirmasi mengatakan, pekan lalu pihaknya sudah turun ke lapangan mengambil sampel air sumur untuk di uji ke laboratorium. “Kami sudah mengambil sampel di sejumlah titik sumur milik warga yang berdekatan dengan bantaran air sungai,” kata Patuti. Lanjutnya, dari hasil uji laboratorium tidak ada pencemarajn di sumur. “Kondisi air aman dan higienis. Tidak terkontaminasi dengan zat-zat beracun,” aku Patuti.

Sementara itu, aktivis pemerhati lingkungan BMR Erwin Makalunsenge, meminta, agar pihak Pemda maupun kepolisian bisa menindaklanjuti kasus pencemaran sungai Dumagin tersebut. “Kita tidak perlu saling tuding pihak mana yang bertanggungjawab terhadap peristiwa pencemaran sungai Dumagin yang mengakibatkan ribuan ikan mati. Ini semua perlu pembuktian secara ilmiah,” jelas Erwin. Ditegaskannya lagi, ribuan ikan yang mati di sungai tersebut ada penyebabnya. Kuat indikasi ada zat kimia berbahaya yang mencemari sungai tersebut. “Harus ada pembuktian apa itu karena limbah Sianida (Cn) dari perusahan emas milik PT. J. Resurces, atau ada oknum-oknum tertentu yang sengaja memanfaatkan situasi ini. Karena areal kosong dari pengolahan limbah cair dari proses Sionidasi, yang katanya memenuhi baku mutu lingkungan limbah cair, jaraknya cukup jauh sekira 20 kilometer hingga ke pemukiman penduduk,” terang aktivis vokal ini. (tr-03)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Ryze Tech Luncurkan Drone Seharga Satu Jutaan

Infobmr.com, TEKNO – Persaingan drone kini semakin ketat, startup asal ...