Ratusan Warga Dumagin ‘Serbu’ DPRD

Warga Tolak JRBM Akibat Pencemaran, (Info BMR) MOLIBAGU – Ratusan warga Desa Dumagin A dan B KecamatanPinolosian Timur (Pintim) sekira pukul 11.00 WIB, Kamis, 13 November 2014  kemarin,  mendatangi gedung DPRD, dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat, menuntut para wakil rakyat menindak lanjuti aspirasi mereka terkait dugaan pencemaran sungai Dumagin.

Menurut Dolfy Umbur dalam orasinya, DPRD harus bersikap atas dugaan pencemaran sungai Dumagin.”DPRD harus keluarkan rekomendasi penutupan aktivitas PT. JRBM. Ini menyangkut persoalan keselamatan warga, ikan-ikan sejak awal pekan sudah banyak yang mati. Kami sudah kuatir jangan sampai berdampak bagi keselamatan warga,” pinta Dolfy. Warga pun diterima, dua wakil ketua, Fadly Toliabu dan Abdul Rasak Bunsal, serta beberapa anggota dewan lainnya yakni Ruslan Paputungan, Dedy Abdul Hamid, Mohammad Sukri Adam dan Petrus Keni. Meski sebelumnya, pendemo tidak dijinkan masuk oleh aparat kepolisian, namun massa memaksa hingga mengakibatkan pagar utama kantor dewan roboh. Aksi dorong antara pendemo dengan petugas sempat terjadi, namun akhirnya bisa juga di redam. Upaya dialog pimpinan DPRD dan perwakilan pendemo tak membuahkan hasil, massa ngotot DPRD harus mengeluarkan rekomendasi penutupan aktivitas PT. JRBM. “Percuma kita datang kalau seperti ini, tidak semua anggota hadir. Lebih baik kita kembali saja,” teriak salah satu pendemo lantang.

Wakil Ketua, Fadly Toliabu menyesalkan sikap para pendemo yang tidak mau mendengarkan penjelasan DPRD. “Kita sebenarnya mau mendengarkan aspirasinya tapi kalau caranya yang tidak sopan, kita juga kecewa,” jelas Fadly. Senada dikatakan Ketua Komisi I, Ruslan Paputungan, kalau aspirasinya disampaikan secara baik-baik pasti kita akan tindaklanjuti. “Kita kan binggung apa yang mau kita dengar, semuanya sudah membuat kegaduhan,” tutur Ruslan. Tak berhenti di DPRD,  pun melanjutkan aksinya di kantor bupati. Namun sudah dihalangi petugas kepolisian dan Satpol PP di jalan masuk ke kantor Bupati.  Sehingga,massa tak bisa mendekati kantor bupati dan akhirnya, mereka membubarkan diri dan kembali ke kampungnya. “Kita tidak akan berhenti sampai disini. Akan ada aksi susulan yang lebih besar,” janji koordinator aksi Parindo Potabuga. (tr-03)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Andalkan Layanan Triple Play, Masyarakat Boroko Segerah Nikmati IndiHome

Infobmr.com, BOROKO –  Tidak lama lagi , Masyarakat Boroko, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, segerah menikmati ...