Ilustrasi : Bom Ikan

Perketat Pengawasan Laut !

(Info BMR) MOLIBAGU – Keluhan masyarakat terkait lemahnya pengawasan laut di wilayah Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel), menjadi masukan positif bagi Pemkab dan DPRD Bolsel. Sehingga, untuk 2015 mendatang, akan ditambah armada laut untuk peningkatan pengawas. Masyarakat yang terlibat dalam kelompok pengawas akan diberikan pembekalan. Hal ini seperti disampaikan Wakil Ketua DPRD Bolsel, Fadly Tuliabu. Dikatakannya, hal ini perlu diperhatikan karena salah satu sektor yang menjanjikan di Bolsel adalah laut. “Memang benar, informasi yang kami terima dari masyarakat, pengawasan laut kita sedikit lemah. Karena itu ke depan harus ditingkatkan,” ujar Tuliabu.

Dari Dinas Kelautan Perikanan (DKP) mengusulkan penambahan perahu nelayan. Di sisi lain ada pelatihan-pelatihan khusus anggota masyarakat yang dilibatkan dalam kelompok pengawas ini. “Sekarang sudah ada lima perahu pengawas. 2015 ada ketambahan dua lagi. Tapi kami minta, tidak sekadar membentuk kemudian memberikan fasilitas. Harus ada pembekalan-pembekalan agar mereka lebih paham dengan tugas dan fungsi mereka sebagai pengawasan laut,” terang Tuliabu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP)  Bolsel, Adharto Utiah, mengakui bahwa salah satu kelemahan DKP adalahterbatasnya jumlah personil. Tenaga spesialis pengawas yang dimiliki hanya satu orang. Karena itu katanya, DKP melibatkan masyarakat, dengan membentuk kelompok pengawas yang kemudian dilengkapi dengan perahu pengawas. Kendati sudah dibentuk beberapa kelompok pengawas tapi sepertinya tidak berjalan maksimal. Menanggapi hal itu, aktivis pemerhati Bolsel Andika Hasan, mengatakan, pihak DKP selaku instansi teknis terkesan kurang pro-aktif membangun komunikasi dengan kelompok-kelompok pengawas dari masyarakat yang sudah dibentuk. Indikasinya, informasi dari masyarakat, nelayan dari luar kerap lolos kemudian melakukan praktek illegal fishing seperti pengeboman ikan di Bolsel. “Startegi pembentukan kelompok pengawas ini sudah baik. Hanya saja belum optimal. Dengan adanya ketambahan fasilitas (perahu) dan program pembekalan, mungkin ini akan lebih baik. Dan kami minta juga, DKP harus lebih pro-aktif membangun komunikasi. Penilaian kami komunikasi ini yang sepertinya kurang intensn,” kata Andika.(tr-03)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Cara Menghapus Pesan WhatsApp Yang Salah Kirim

Infobmr.com, TEKNOLOGI – WhatsApp akhirnya merilis fitur yang sudah dinantikan banyak penggunananya. Fitur ini memungkinkan ...