UKM dan Koperasi Kecipratan Rp 400 Juta

(Info BMR) BOROKO – Dalam peningkatan ekonomi mikro ditengah masyarakat Bolmong Utara (baca; Bolmut), pemerintah setempat menganggarkan anggaran untuk membantu para pelaku-pelaku usaha kecil menegah (baca; UKM), koperasi dan Industri kecil di kabupten ini.
Tahun 2015 ini, Pemeriontah Kabupaten (baca; Pemkab) menyiapkan dana sebesar Rp 400 juta untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat yang bekecimpung pada usaha-usaha mikro tersebut.

Menurut, Kepala Dinas Perindustrian, Perdangangan Koperasi dan Penanaman Modal (baca; Disperindagkop-PM) Bolmut, Uteng Datunsolang jika tahun ini sedikitnya ada 24 UKM serta 12 Koperasi yang akan mendapatkan bantuan tersebut. “Kita terus mengupayakan agar para pelaku usaha kecil, serta koperasi di daerah bisa terus maju dan mandiri. Maka perlu adanya dana untuk menunjangnya. Dengan dana itu diharapkan peningkatan ekonomi mikro ditengah masyarakat bolmut dapat lebih meningkat lagi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk usaha industry, Bolmut memiliki beberapa prodak industry yang sudah mampu memenuhi permintaan pasar, seperti industry Kopi Mania. Pihaknya akan terus mendorongnya agar komunitas industry asli Bolmut ini dapat dikenal luas keberadaanya. “Bantuan itu diberikan tentu disesuaikan dengan kebutuah si pelaku usaha, dan kondisi keuangan daerah. Artinya kita hanya membantu apa-apa saja yang masih dibutuhkan untuk menunjang usaha-usaha kecil masyarakat ini,”jelasnya.

Dia juga mengatakan, jika pola konsumtif masyarakat Bolmut itu yang membuat ekonomi mikro di Bolmut agak sedikit lambat dalam perkembangannya. Selain itu dalam system manajemennya pun masih sanggat minim dan ini tentunya pelu didampingi oleh pemerintah. “para palaku usaha itu nantinya akan kami damping, baik dalam manajemen administrasinya sampai pada akses-akses pasarnya. Sehingga keinginan masyarakat untuk terjun dalam usaha mikro akan lebih banyak lagi. Jika demikian pertumbuhan ekonomi ditegah masyarakat akan menunjukan peningkatan.” Tambahnya.

Sementara itu, salah satu aktivis Himpunan Mahasiswa Indonesia (baca;
HMI) Afgan Musa mengatakan, jika pemberian bantuan kepada para pelaku usaha mikro tersebut, untuk dapat diawasi. Jangan sampai bantuan itu disalah gunakan dan bukan diperuntukan untuk peningkatan usaha mereka.

“Kadang masyarakat yang menerima bantuan ini justru tidak memperuntukannya untuk pengembangan usaha dan malah mengunakannya pada keperluan pribadi. Agar program mulia itu dapat berjalan sukses, maka pemerintah pun wajib mengawasinya. Sehingga apa yang diharapkan dapat terwujud dengan baik,” harapnya.(dan)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Ryze Tech Luncurkan Drone Seharga Satu Jutaan

Infobmr.com, TEKNO – Persaingan drone kini semakin ketat, startup asal ...