Masyarakat Desa Nunuka, Mokoditek dan Saleo Saat Protes Atas Tindakan Polhut Bolmut

Tanaman Kebun dibabat, Warga Desa Nunuka, Mokoditek dan Saleo Bergejolak

Info BMR, BOROKO – Kebijakan Pemeritah Kabupaten Bolmut melalui Dispertanakhutbun dan Polisi Kehutan (Polhut) yang telah melakukan pembabatan tanaman masyarakat berupah cengkih dan tanaman kebun lainya, mendapat protes habis-habisan oleh warga Desa Mokoditek, Nunuka dan saleo.

Pasalnya, Polhut Bolmut bersama gabungan Aparat Kepolisan Polda Sulut, TNI, Polhut Propinsi dan Kejaksaan, kamis (26/11/2015) kemarin melakukan penebangan ratusan pohon tanaman di perkebunan milik warga ditiga desa tersebut yang dianggap sudah masuk kawasan hutan lindung, tanpa ada pemberitahuan.

Hal itupun sontak membuat warga setempat bergejolak dan melakukan pemblokiran jalan desa hingga ke jalur trans. “Kami sangat mensesalkan pemerintah yang telah bertindak beringas tanpa melakukan pemberitahuan dan langsung berinisiatif menebang ratusan tanaman cengkih milik kami,” kata Burhan tuntu salah satu warga mokoditek.

Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Dumoga Kotamobagu itu juga  mengatakan, bahwa ratusan tanaman Cengkih yang di pangkas habis oleh pemerintah harus di ganti rugi. “Kami minta dengan tegas kepada Pemkab agar dapat menganti rugi akan penebangan tanaman cengkih milik kami, agar kami tidak rugi sebab cengkih yang di tebang itu adalah merupakan mata pencaharian kami dan sumber kehidupan kami,” kesal yang turut diiyakan oleh ratusan warga lainya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kehutanan Daniel Palilu saat dikonfirmasi mengatakan bahwa penebangan tanaman kebun milik warga itu di lakukan berdasarkan Surat perintah Kementrian Kehutanan, sebab aktifitas perekebunan warga telah masuk kawasan hutan lindung sehingga perlu diadakan langkah tegas. “Kebun warga itu sudah masuk hutan lindung jadi kami lakukan penebangan berdasarkan aturan yang berlaku sekaligus memberi peringatan,” kata Daniel melalui telepon seluler Juma (27/11/2015).

Terpisah Ketua Komisi II DPRD Bolmong Utara, Rahman Dontili mengatakan, untuk memediasi jangan sampai terjadi konfilik yang semakin besar pihaknya telah mengagendakan rapat dengar pendapat (Hearing.red) dengan menghadirkan pihak Dispertanakhutbun serta beberapa perwakilan warga petani. “kami sudah mengagendakan hearing hari ini (27/11/2015.red) untuk memperjelas duduk permasalahannya. Kami sudah meminta instansi terkait untuk membuka peta kawasan hutan dan titik kordinat perkebunan waraga, apakah benar sudah masuk kawasan hutan lindung atau tidak.” Ujar politisi partai Demokrat itu.

Terinformasi sehari sebelumnya, saat situasi mulai memanas sembilan legislator Bolmut yakni Arman Lumoto, Saiful Ambarak, Rahman Dontili, Akrida Datunsolang, Amir Alamri, Robi lombogia, Ramses Sondak, Anita Potabuga dan Yanti Harundja langsung meredam emosi masyarakat yang mencoba melakukan gerakan-gerakan anarkis kepada aparat Kepolisian maupun Polhut yang ada.(dan)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Ryze Tech Luncurkan Drone Seharga Satu Jutaan

Infobmr.com, TEKNO – Persaingan drone kini semakin ketat, startup asal ...