Tahun ini, KPN Bolmut Terbitkan 1.750 Sertifikat Gratis.

Infobmr.com, BOROKO – Kantor Pertanahan Nasional (KPN) Bolaang Mongondow Utara tahun 2016 ini mentargetkan 1.750 Sertifikat tanah secara gratis.

Hal ini sesuai dengan pernyataan Kepala Kantor KPN Bolmut Lili Suhartini Wonggo yang ditemui diruang kerjanya Rabu (24/02/16). Dikatakannya bahwa Prona atau Program Nasional Agraria adalah Kebijakan Pemerintah Pusat yang tertera dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional No 04 Tahun 2015 Tentang Program Nasional Agraria yang bekerja sama dengan Pemerintah Desa setempat.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa Program sertifikat Gratis ini (Prona, red) telah disosialisasikan ketingkatan Desa diseluruh wilayah Bolmut, dan untuk saat ini sudah ada sekitar 75% dari total 1.750 Sertifikat Tanah warga yang akan diterbitkan. Dia pun mengakui bahwa tidak bisa dipungkiri adanya biaya tertentu yang dibebankan Pemerintah Desa kepada warga setempat.

“Kami dari Pihak KPN hanya mengeluarkan Sertifikat Tanah secara gratis, namun yang berhak mengurusi Administrasi serta kelengkapan surat-surat adalah Pihak Aparat Desa. Maka dari itu, ada tarif tertentu yang dibebankan Pemerintah Desa terhadap warga yang melakukan pengukuran” Ujarnya

Dihubungi Terpisah, Sangadi Boroko Timur Robby Pakaya yang diwawancarai reporter media ini di ruang kerjanya, Rabu (24/02/16) Tidak membantah perihal biaya yang dibebankannya kepada warga, karena hal ini menyangkut kebijakan Pemerintah Desa.

“Program ini secara gratis dari KPN, namun ada biaya tertentu yang berkaitan dengan Administrasi serta Proses kelancaran pengurusan Surat-surat Tanah milik warga setempat. Sehingga untuk Boroko Timur kami bebankan Rp 300.000 saja per sertifikat. Dan sampai saat ini tidak ada keluhan dari masyarakat berkenaan biaya tersebut” terangnya. (Tr-01)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Ryze Tech Luncurkan Drone Seharga Satu Jutaan

Infobmr.com, TEKNO – Persaingan drone kini semakin ketat, startup asal ...