Salurkan BLT, Pemdes Kuala Dituding Pilih Kasih

Infobmr.com, BOROKO –  Pemerintah Desa Kuala Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara telah selesai menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang besumber dari Dana Desa untuk tahap pertama. tercatat ada 109 Kepala Keluarga yang berhasil diperterimakan. Alih-alih mendapat apresiasi, penyaluran BLT tersebut justru dituding pilih kasih. Tudingan tersebut dilontarkan oleh Gafar Posumah warga dusun satu desa kuala, saat menemui reporter media ini Kamis (28/05/2020) sekira pukul 20.00 wita.

Menurut Gafar, sebelum penyaluran, keluarganya didatangi pihak Pemdes Kuala untuk di data, namun tak jelas alasannya sesampai di kantor desa namanya pun dihapus.
Mengetahui namanya dihapus dari daftar penerimah BLT Dandes, Gafar belum kebaratan. Dia berharap akan menerimah Bantuan Sosial Tunai (BST) yang bersumber dari anggaran Kementrian Sosial dan BLT bersumber dari Pemerintah Daerah.

Namun, ibarat pungguk merindukan bulan, BST dan BLT Pemda selesai disalur bantuan tak kunjung datang. Gafar yang berharap hanya bisa menyaksikan saat semua tetangga di sekitar megocek rupiah hasil bantuan.

“Nama saya dihapus, ini kan pilih kasih. Pemerintah desa seharusnya profesional, saya juga kan penerimah dampak Korona, sama dengan tetangga saya yang lain”, keluh om Olip sapaan akrab Gafar.

Jika dibanding dengan Desa Kuala Utara, lanjut Gafar, semua warga menerimah tak terkecualai. Yang tidak tecover dengan Dandes di masukan dalam data penerimah BLT Pemda dan BTS, namun hal ini berbeda dengan perlakuan pemerintah di desanya.

“Di Kuala Utara dapat semua, kecuali ASN, TNI/Polri dan Pensiunan. tapi di desa saya hanya di pilih-pilih. saya kan bukan Pegawai atau pensiunan, tapi kok dihapus”, kata Gafar.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Kuala Fajrin Hangkiho membenarkan adanya penghapusan beberapa nama yang telah di data sebelumnya. hal tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan antara BPD dan Pemdes Desa Kuala.

“Kami menghapus beberapa Kepala Keluarga untuk menghindari adanya dobol penerimah. sebab penerimah BTS dan BLT Pemda tidak dibenarkan menerimah BLT Dandes” terang Fajrin.

Fajrin membeberkan, penerimah bantuan terdampak korona di Desa kuala Utara ada 308 KK. keseluruhannya berasal dari tiga sumber anggaran. 109 KK bersumber dari Dana Desa, 28 KK bersumber dari BST Kementrian Soial dan 114 KK bersumber dari BLT Pemerintah Daerah. selain itu penerimah Sembako dari Dinas Sosial 56 KK dan Program Keluarga Harapan (PKH) 1 KK. Terkait dengan keluhan Gafar, Fajrin mengatakan adanya informasi penambahan data penerimah dari BLT Pemda. namun pihaknya tidak dapat memastikan kapan permintaan data tersebut.

“Ada informasi dari Kecamatan terkait penambahan data penerimah BLT Pemda. Namun saya belum bisa mememsatikannya. Kami hanya disuruh melakukan penambahan data warga yang belum menerimah”, jelasnya

Fajrin menghimbau,  warga yang belum menerimah agar mendatangi kantor desa untuk konfirmasi sekaligus pencocokan data. sebab pihaknya mengakui beberapa kesulitan terkait data masyarakat yang telah berpindah desa, namun tidak melapor ke pemerintah desa. hal tersebut berpotensi dobol penerimah. [dan]

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Update Corona di Indonesia 8 April 2020 : 2.956 Positif, 222 Sembuh, 240 Meninggal Dunia

Infobmr.com, JAKARTA – Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan ...