Proyek IPAL Disorot

Keluarkan Aroma Tak Sedap

(Info BMR) BOROKO – Proyek Industri Pengolahan Air Limbah (baca; IPAL) di Desa Kuala Utara Kecamatan Kaidipang menuai sorotan Masyarakat. Pasalnya Proyek berbandrol ratusan Juta Rupiah yang dikerjakan pada tahun 2014 itu  mulai mendapat disorot masyarakat sekitar. Diduga kuat, pengerjaan proyek IPAL  itu terkesan asal-asalan sehingga fasilitas tersebut sudah tak dapat digunakan oleh masyarakat.

Pantauan media ini di lokasi IPAL, bak kontrol saluran air limbah yang kebetulan terletak di belakang Rumah wakil ketua DPRD Bolaang Mongondow Utara kondisinya memprihatinkan. Penutupnya tidak terpasang, sehingga mengeluarkan aroma busuk disekitar lingkungan masyarakat. Selain itu saluran berupa pipa menuju bak pun mulai lubang, sehingga air pun meneteskan.

“Kami yang disekitar sini jadi tidak nyaman, sebab bau busuk dari bak control jelas mengganggu hidung. Air di pipa juga ada menetes, bahkan aliran menuju bak  tidak  lancar,”beber mama Cani warga Desa Kuala. Wakil Ketua DPRD Arman Lumoto, S.Ag, M.Pd.I kepada media ini mangatakan bahwa, harusnya proyek tersebut diadakan untuk menjamin kesehatan lingkungan. Namun yang terjadi, kata arman, sebaliknya justru jadi masaalah bagi masyarakat “Bak Kontrol yang tidak di Tutup nantinya kalau musim penghujan datang akan menjadi genangan dan bukan tidak mungkin akan menjadi sarang centik nyamuk,”terangnya.

Terkait dengan masaalah tersebut, dia mengatakan akan mamanggil instansi teknis guna mempertanyakan kondisi pekerjaan tersebut. “saya akan panggil instansi yang bersangkutan, bila perlu dengan
kontraktornya sehingga dapat diketahui letak kesalahannya. Apakah perencanaanya yang memang demikian atau pihak ketiga yang tidak becus mengerjakannya,”pungkas Arman yang juga tenaga pendidik UDK itu.
(dan)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Update Corona di Indonesia 8 April 2020 : 2.956 Positif, 222 Sembuh, 240 Meninggal Dunia

Infobmr.com, JAKARTA – Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan ...