Amraf Kaluku, S.Pd.I dan Harjun Kobandaha saat Menunjukan Dokumen Kepemilikan Hak Atas Tanah Lapangan Sangkub II
Amraf Kaluku, S.Pd.I dan Harjun Kobandaha saat Menunjukan Dokumen Kepemilikan Hak Atas Tanah Lapangan Sangkub II

Pemerintah Kecamatan Sangkub Dinilai ‘Loyo’

Infobmr.com, BOROKO – ‘Tergusur di negerinya sendiri’ mungkin itulah kalimat yang tepat di tujukan kepada keluarga Hasan-Kaluku ahli waris tanah lapangan di Desa Sangkub II Kecamatan Sangkub Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Keinginan untuk mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi milik mereka, justru mendapatkan perlawanan dari pemerintah setempat. Bukan mencarikan jalan keluar, pemerintah desa dan kecamatan berusaha mengkaburkan persoalan, serta menggunakan cara-cara arogan untuk menekan keluarga ahli waris.

“Kami hanya ingin pemerintah desa menyerahkan apa yang seharusnya menjadi hak ahli waris. Tanah lapangan itu adalah milik orang tua kami yang selama ini di kuasai oleh pemerintah desa” ujar Harjun Kobandaha salah satu ahli waris.

Dia menjelaskan, hingga kini pemerintah desa enggan menyerahkan tanah lapangan tersebut, padahal sebelumnya sudah ada pernyataan tertulis sanagdi sangkub II untuk mengembalikan tanah tersebut dalam bentuk uang ganti rugi.

“Tiba-tiba saja segerombolan Polisi Pamong Praja berseragam lengkap datang dan melakukan pembongkaran lokasi dengan mencabut seluruh pagar yang terpasang. ” keluhnya.

Senada dengan itu, Amraf Kaluku yang juga ahli waris mengatakan bahwa apa yang telah dilakukan oleh pihak pemerintah desa dan kecamatan merupakan penjerahan serta pemerkosaan hak-hak rakyat yang seharusnya hidup disebuah Negara yang merdeka.

“ini merupakan cara-cara serdadu yang perlu dilenyapkan. Sekarang bukan jaman Kolonial Bung…!, kita sudah merdeka”. Kesal Amraf.

Dia menilai, ketidak mampuan “Loyo” pemerintah kecamatan dalam menyelesaikan persoalan ini, mecerminkan kegagalan camat sebagai pengayom masyarakat.

Sementara itu, Camat Sangkub II Jioto Bonde yang di konfirmasi reporter media ini melalui telepon seluler mengatakan, jika yang dilakukannya semata-mata untuk melindungi aset Negara. “tanah itu sudah di hibakan oleh orang tua mereka, kami punya dokumen-dokumennya. Kalau mereka ingin mengambilnya kembali, silahkan di perkarakan ke Pengadilan”. Singkat Bonde

RAMDAN BUHANG

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Ryze Tech Luncurkan Drone Seharga Satu Jutaan

Infobmr.com, TEKNO – Persaingan drone kini semakin ketat, startup asal ...