Pembangunan Gorong-Gorong Disorot

Modus kegiatan Dipecah Menjadi Tiga

Diduga Langgar Perpres Nomor 54

(Info BMR) BOROKO – Kegiatan pembangunan saluran drainase/gorong-gorong oleh Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah Bolmong Utara menuai sorotan. Pasalnya pelaksanaan pengerjaan kegiatan tersebut dinilai tidak memenuhi syarat dan ketentuan peraturan yang berlaku.

Ketua Komisi III Saipul Ambarak,S.Pdi kepada media ini mengatakan bahwa pada pembahasan APBD 2015  Bolmut, DPRD Bolmut telah menata anggaran pengadaan Platdeker (pembangunan saluran drainase/gorong-gorong , red) sebesar  Rp. 250  Juta untuk satu pos kegiatan anggaran. Kenyataannya, kegiatan tersebut tidak melalui proses tender melainkan anggaran Rp. 250 Juta tersebut direalisasi melalui penunjukan langsung (PL).

“Ada kesalahan prosedur dalam realisasi pekerjaan tersebut dimana Panitia pengadaan barang dan jasa BPBD telah melanggar Perpres No. 4 tahun 2015 yang merupakan perubahan keempat Perpres No.54 Tahun 2010 dimana dalam salah satu poin dijelaskan jika anggaran di atas Rp. 200 Juta harus melalui proses seleksi atau tender,” tutur Ambarak, Senin (4/5) siang.

Ambarak menjelaskan bahwa pihaknya telah memanggil Kepala Dinas BPBD untuk dimintai keterangan. Hasilnya ? Pertemuan pihak BPBD pekan lalu melalui hearing tertutup menyatakan bahwa BPBD bersedia untuk meninjau kembali terhadap pelaksanaan pekerjaan tersebut. Pihak Komisi III meminta BPBD dalam melaksanakan proses pekerjaan tetap mengacu pada ketentuan dan peraturan yang berlaku. Jika tidak maka bisa berkonsekuensi hukum.

Sekali tiga wang. Kendati Komisi  III menilai itu melanggar Perpres. Kepala BPBD Robert T Bonde tetap bersikukuh bahwa kegiatan itu tak melanggar. Ketika dikonfirmasi di kantornya, Senin (4/5), Bonde mengatakan bahwa pengerjaan proyek tersebut telah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.

“Proyek tersebut berada di tiga lokasi yang berbeda, yakni di desa Buko berjumlah 4 buah dengan pagu anggaran Rp. 100 Juta di Desa dalapuli 4 Buah dengan pagu anggaran Rp. 100 Juta dan 2 buah berlokasi di desa soligir dengan pagu anggaran Rp. 50 Juta sehingga totalckeseluruhan anggaran proyek tersebut berkisar Rp. 250 Juta sehingga mengingat besaran anggaran dari setiap program kegiatan kurang daric200 juta maka proyek tersebut kami PL kan,” tangkis Bonde. (dan)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Ryze Tech Luncurkan Drone Seharga Satu Jutaan

Infobmr.com, TEKNO – Persaingan drone kini semakin ketat, startup asal ...