Pembahasan Ranperda Tertunda Eksekutif dinilai Tidak Serius

(Info BMR) BOROKO -– Tertundanya rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (baca; Ranperda) tentang penamaan jalan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (baca; Bolmut) disebabkan ketidak seriusan pihak Eksekutif dalam mengikuti rapat pembahasan tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Panitia Kerja (baca; Panja) 17 Ranperda yang telah diserahkan pihak Eksekutif ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (baca; DPRD) Bolmut untuk dibahas.

Muliadi Pamili SH, Kamis, (26/3) sekira pukul 09.00 wita mengatakan bahwa pada agenda pembahasan yang dilaksanakan Rabu, (25/03) hanya dihadiri oleh empat Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (baca; SKPD) yakni Kepala Kesbangpol, Kepala Bapeda, Kepala KP2T dan Kepala Kantor Lingkungan Hidup, namun  yang sangat disayangkan dalam perjalanan rapat berlangsung, satu kepala kantor yakni kepala KP2T memilih pulang dan tidak melanjutkan pelaksanaan rapat. Sementara itu, perwakilan dari PMD, Tapem, Dinas PU tidak hadir, bahkan para camat dan sangadi-sangadi se Kabupaten Bolmut pun tidak tampak dalam rapat pembahasan tersebut.

“Ketidak hadiran beberapa SKPD kami menilai bahwa Eksekutif menganggap remeh lembaga DPRD” tegas politisi Nasdem itu. Lebih lanjut pamili mengatakan bahwa lembaga DPRD tidak minta dihormati, namun paling tidak pada pembahasan satu produk yang nantinya akan bermuara pada kebutuhan masyarakat pada ummnya, eksekutif sebagai penyelenggara pemerintahan tidak meremehkan mitra kerjanya.

Terkait penamaan jalan yang disodorkan oleh eksekutif untuk dibahas dan di tetapkan oleh DPRD, Pamili menilai sebagian besar tidak mencerminkan ke arifan local dan sangat kontradiksi dengan naskah akademik sehingga setelah menimbang saran dan masukan anggota Panja yang terdiri dari representasi enam Fraksi di DPRD Bolmut,

“Maka pimpinan rapat menskorsing sidang dengan batas waktu yang tidak ditentukan. Sebagai pimpinan rapat pada saat itu, saya menskorsing sidang dengan batas waktu yang tidak ditentukan. Kami menilai ketidak seriusan pihak Eksekutif menghadiri pembahasan Ranperda menjadi indicator utama bagi kami. Dan tentunya rapat kami akan lanjutkan setelah pihak Eksekutif benar-benar siap membahas ranperda bersama DPRD,” pungkasnya. (dan)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Update Corona di Indonesia 8 April 2020 : 2.956 Positif, 222 Sembuh, 240 Meninggal Dunia

Infobmr.com, JAKARTA – Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan ...