PDIP Bolmut Sampaikan Empat Poin Tuntutan di Polres

Infobmr.com, BOROKO – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, resmi melaporkan kasus pembekaran bendera saat aksi penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di Gedung DPRD RI, Rabu (24/6) lalu.

Pelaporan dipimpin langsung Sekretaris DPC PDI Perjuangan Bolmut, Abdul Zamad Lauma, SIP. ini, menyampaikan empat tuntutan dan pernyataan sikap partai sebagai reaksi atas pembakaran simbol paratai berlambang banteng moncong putih itu.

Berikut tiga tuntutan yang disampaikan DPC PDI Perjuangan Bolmut :

Sehubungan dengan kejadian pembakaran bendera PDI Perjuangan yang dilakukan oleh massa aksi pada tanggal 24 Juni 2020 bertempat di depan Gedung DPR/MPR RI Jakarta berkaitan dengan dinamika pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila, maka bersama ini kami menyampaikan :

  • Peristiwa pembakaran bendera PDI Perjuangan serta isu komunis yang dilontarkan oleh massa aksi bukan hanya bentuk serangan terhadap PDI Perjuangan tetapi juga merupakan serangan terhadap demokrasi, hukum dan pemerintahan Jokowi-KH. Ma’ruf Amin ;
  • Bahwa kejadian tersebut merupakan suatu bentuk anarkisme serta upaya dan keinginan untuk memecah belah persatuan bangsa yang tidak dapat dibenarkan ;
  • Karena hal tersebut, kami meminta pihak kepolisian untuk bertindak tegas mengusut dan memberikan sanksi hukum kepada pelaku pembakaran bendera PDI Perjuangan, serta menangkap kelompok-kelompok yang menyebarkan isu kebencian yang ingin memecah belah persatuan bangsa ;
  • Meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan upaya preventif agar kejadian serupa tidak terjadi dikemudian hari khususnya di wilayah Sulawesi Utara.

[dan]

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Update Corona di Indonesia 8 April 2020 : 2.956 Positif, 222 Sembuh, 240 Meninggal Dunia

Infobmr.com, JAKARTA – Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan ...