Pasca Direndam Banjir, Warga Pangkusa Krisis Air Bersih

Infobmr.com, BOROKO –  Sejumlah warga korban banjir di Desa Pangkusa Kecamatan Sangkub Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, membutuhkan air bersih untuk membersihkan lumpur dan kebutuhan dasar lain seperti mandi dan memasak.

Dari pantauan pada Kamis (5/3/2020) siang di Desa Pangkusa, area yang sempat terendam air setinggi 1,5-2 meter pada 4 Maret 2020. Lumpur masih mengendap di dalam rumah warga dan halaman.

“Listriknya mati karena kemarin banjir setinggi perut orang dewasa, sehingga pompa airnya ikut mati,” kata Siswoyo warga setempat, saat ditemui reporter media ini di depan kediamannya.

Sejauh ini, warga memanfaatkan air got untuk membersihkan endapan lumpur, sementara kebutuhan air minum, merekah harus menempuh jarak sekitar 1.5 Kilo meter menuju satu-satunya sumur yang tidak direndam banjir.

“Kami kena banjir sejak kemarin malam, Air mulai surut kemarin malam, , tetapi sampai hari ini belum bisa bersih-bersih  semua,” kata Imam, warga yang tinggal di kawasan itu.

Walaupun demikian, Imam merupakan satu dari belasan warga yang cukup beruntung karena memiliki pompa air jenis alkon sehingga lebih mudah menyedot air got.

Sejauh ini, kata Imam warga baru mendapatkan bantuan berupa 50 karton Mie instan, 50 karton Aqua gelas dan 50 bak telur ayam dari Ketua DPRD Bolmut Frangky Chendra. Sementara bantuan dari pemerintah kabupaten dan sejumlah Ormas belum tersalur mengingat satu-satunya Akses menuju desa tersebut tertimbun longsor. Terpantau media ini excavator sedang membersihkan tibunan longsor yang menutup beberapa titik badan jalan.

Data berhasil dihimpun media ini, empat warga hanyut terseret arus, dua diantaranya dinyatakan selamat, satu diantaranya dinyatakan meninggal dan satu belum ditemukan. Selain itu, empat rumah warga mengalami rusak total sementara ratusan rumah menagalami rusak berat.

Kepala Desa Pangkusa Erna Suyati menerangkan bahwa banjir yang terjadi sehari yang lalu menyebabkan ratusan Ton hasil pertanian padi dan jagung yang sudah panen direndam banjir, puluhan hektar ladang jagung dan padi gagal panen. Selain itu puluhan ekor ternak sapi warga mati terseret arus.

Saat ini, Tim Medis Dinas Kesehatan Bolaang Mongondow utara telah membuka posko pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi penurunan kesehatan warga terdampak banjir. [dan]

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Samsung Luncurkan Galaxy Note10 Lite

Infobmr.com, TEKNO – Samsung dikabarkan akan meluncurkan seri Galaxy Note ...