Pilsang Desa Bohabak 1 Nyaris Baku Pukul

Pilsang Desa Bohabak I Nyaris Baku-Pukul

(Info BMR) BOROKO  – Putaran ke dua Pemilihan Sangadi (baca; Pilsang) Desa Bohabak I, Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara sabtu (27/12) nyaris ricuh. Ditengarai penyebabnya adalah saksi dari pihak kandidat sangadi Foni Olii tidak bersedia menandatangani Fakta integritas pengesahan Pemilihan Sangadi.

Kepada sejumlah wartawan pihak Foni Olii mengatakan bahwa mereka mencium adanya gelagat yang  mengarah keindikasi kecurangan dari sejak masa tenang sampai waktu pemilihan.

Bahkan yang membuat sebagian warga pendukung Fonii Olii  sangat geram adalah sebagai mantan kepala Desa Suhato Atalap yang juga kandidat Sangadi tidak pernah membuat laporan pertanggung jawaban  masa jabatannya dihadapan masyarakat Bohabak I.

Anehnya lagi setelah memasukkan berkas pencalonan pada pemilihan sangadi masih menggunakan kop garuda meski sudah tidak menjabat sebagai kepala desa lagi.

“Iya memang dari awal banyak kecurangan dan juga dicurigai melakukan money politik sampai pada lipatan surat suara yang membuat terjadinya peluang kerusakan suara, apalagi mantan kepala desa, masih sering menggunakan surat dengan kop garuda,”beber warga yang enggan dikorankan namanya.

Sebelumnya, Pilsang pada putaran pertama yang dilaksanakan pekan lalu, kandidat Foni Olii dan Suharto Atalap mengantongi suara sama yakni masing-masing dengan perolehan 176 suar dengan jumlah pemilih 408 orang. sisanya terbagi antara dua kandidat yang lain yakni Fikri Gam dan Umar Alfari.

Berdasarkan keputusan panitia dilakukan lagi pemilihan ulang terhada kandidat yang memperoleh suarah sama, Namun pasca perhitungan suara dengan hasil 332 untuk Suhato Atalap dan 278 untuk Foni Olii, Suasana pun memanas dan nyaris adu jotos.

Sementara itu, ditempat terpisah mengatakan akan melayangkan surat pengugatan kedewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) atas ditemukannya kontrak politik jual beli suara bermaterai yang diduga dilakukan oleh pihak Suharto Atalap dan Fikri Gam. Diakui Fonii Olii tindakan ini dilakukan pihaknya setelah tidak mendapat respon baik dari pihak panitia dan kesbangpol bahkan setelah laporan ini disertai bukti dan saksi dan dilaporkan sebelum waktu pemilihan berlangsung.

” Saya akan menyurat kedewan perwakilan rakyat daerah DPRD karena saya sempat ditawarkan bermain kotor, serta saya memiliki bukti kuat tentang jual beli suara oleh oknum kandidat,setelah laporan saya kepihak tertentu  dalam hal ini kesbangpol tidak ditindaklanjuti, “terangnya.

Selain itu Olii menambahkan jika persoalan menang dan kalah itu hal biasa, namun jangan sampai menodai demokrasi dan menegbiri suarah rakyat, pungkasnya. (Tr-01)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Ryze Tech Luncurkan Drone Seharga Satu Jutaan

Infobmr.com, TEKNO – Persaingan drone kini semakin ketat, startup asal ...