Menilik Budaya Bolangitang

Jelang Puasa Gelar Harua Hula

Oleh Ridwan Lasamano

KETIKA menjelang bulan ramadhan tiba, pada saat ini berada dibulan sya’ban dalam tahun hijriyah, sebagaimana tradisi masyarakat Bolangitang, mereka mengadakan acara Moharua Hula atau mengenang dan mendoakan para arwah orang yang telah mendahului ke alam akhirat.

Acara Moharua hula dilaksanakan oleh masyarakat secara keluarga ataupun secara umum di Masyarakat desa. Oleh masyarakat setempat Bulan sya’ban dalam pelaksanaan doa arwah ini dinamakan sebagai bulan  Hula Nonantobu koota noona mako, atau bulan memperingati orang atau leluhur yang telah mendahului.

Perlaksanaan Harua Hula identik dengan sejenis penganan tradisional yaitu Soko (Nasi Ketan) dan Palopo (Gula aren yang dicairkan) Ritual Mo Harua Hula ini adalah merupakan hasil dari asimilasi antara agama dan Budaya masyarakat Bolangitang yang telah diwarisi turun temurun dari leluhur hingga sampai saat ini

“Ini adalah Budaya yang dalam prakteknya telah membaur dengan Agama, dan Kita Masyarakat Bolangitang melaksanakan ini secara turun temurun hingga kenyataannya dapat kita lihat sampai hari ini” Ujar Akmal Lamarang seorang Tokoh Agama di Kecamatan Bolangitang Barat.*.*

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Juliari Batubara dan Edhy Prabowo pantas Dituntut Hukum Mati

Infobmr.com – Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara dan ...