Mas Kawit, Manusia Lebah Asal Sangkub

Bertekad Majukan Bolmong Utara Lewat Madu

MAU madu lanceng ? atau sarang lebah yang mirip krupuk ? Jawabnya carilah di Desa Sangkub IV. Sejak dulu, Desa Sangkub IV, dikenal memproduksi madu yang dikelolah Peternak lebah, Mas Kawit. Saking akrabnya dengan lebah, pria Jawa itu, disebut-sebut sebagai manusia lebah asal Sangkub. Berikut kisahnya.

DITEMUI dilokasi peternakan lebahnya, pria paroh baya itu sempat beraktraksi dengan wajah yang dikerumuni lebah. Tak ada ekspresi sakit dari wajah. Sudah biasa, begitu kata Kawit.

Pria bercucu 1 itu, lalu berkisah, kalau sejak tahun 1990-an dia sudah beternak lebah untuk mengambil madunya. Bahkan sebelumnya, di Jawa Timur, sebelum ikut program Transmigrasi. Pria yang hobi membuat sate sapi itu, sudah dikenal sebagai peternak lebah. Hanya saja, ketika sudah ikut transmigrasi, Mas Kawit belum fokus.

Berbagai profesi digelutinya untuk menyambung hidup dibumi Mania. Mulai dari tukang service alat-alat elektronik hingga orgen. Lalu,  terakhir, kembali ke profesi awal sebagai peternak lebah. Tahun 2008, Kawit mulai mengembangkan pembuatan kotak-kotak untuk lebah. Sekarang  sudah ada 40 kotak,bebernya. Panen madu, dilakukan setiap 3 bulan. Saking banyaknya permintaan, Kawit  mengakui kesulitan memenuhi permintaan. Terkadang, permintaan lokal saja, madunya sudah  habis terjual.

Beberapa waktu lalu, ketika Jumbara, Bupati Drs. Depri Pontoh dan Wakil Bupati Suriansyah Korompot SH menyempatkan meninjau peternakan lebahnya. Disana elit  Bolmong Utara sempat menikmati  suguhan madu. Oleh Pak Bupati dan Wabup peternakan diberi nama ; Madu Mania,tukasnya.

Untuk mengembangkan peternakan madunya, Kawit mengakui membutuhkan uluran tangan. Namun, sampai saat ini, pihaknya masih terkendala  dengan bantuan dana. Seandainya, ada dana, menurut Kawit, dia bisa  menambah kotak lebah menjadi 150-200 kotak.

Diprediksi kalau ada penambahan kotak, permintaan untuk Boroko bisa dilayani. Termasuk produksi madu dari lebah Lanceng  yang khasiatnya banyak pun bisa dilayani. Saya berharap, Madu Mania asal Sangkub bisa bersaing dan berkontribusi bagi kesehatan masyarakat Bolmong Utara,tutup Papa Rugin dengan senyum ikhlas (***)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Ryze Tech Luncurkan Drone Seharga Satu Jutaan

Infobmr.com, TEKNO – Persaingan drone kini semakin ketat, startup asal ...