Gambar Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak

Kesal, Siswa Dianiaya

(Info BMR) BOROKO – Dunia pendidikan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) kembali tercoreng dengan perlakuan oknum guru terhadap muridnya. Bahkan,  Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar Negeri (SDN) turut mendukung aksi sang guru.

Alkisah, Mohamad Nur Agus Hapili (MH) (7) anak dari pasangan Abdul
Kadir Hapili dan Maryati Buhang siswa kelas dua di SDN 2 Boroko Timur, Senin (3/8) mengalami memar dibagian belakang. Menurut Agus, dia menerima hajaran pukulan oleh wali kelasnya.
Sekali 3 wang. Sang kepsek IB alias Is tak menepis pukulan itu. Dia. malah menyalahkan anak didiknya yang dinilai nakal. Dia juga menyalahkan adanya Undang-Undang perlindungan anak.

Menurutnya, pendidikan tidak bisa dilakukan dengan lemah lembut, sehingga membutuhkan kekerasan agar para guru tidak dianggap remeh.

” Kalau mau,.. Silakan divisum dan dilaporkan kepihak berwenang. Dan anaknya akan segera kami keluarkan dari sekolah ini. Dulu pendidikannya tidak seperti ini mungkin akibat dari adanya UU perlindungan anak sehingga pihak guru selalu disalahkan,” ungkap
Bolota saat dikofirmasi.

Sementara Aleg Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolmut Mulyadi Pamili, SH menyayangkan adanya pihak guru yang melakukan kekerasan terhadap anak didik. Menurutnya, pendidikan perlu dilakukan dengan pendekatan emosional  terhadap anak didik dan dilakukan dengan kasih sayang bukan dengan kekerasan.

Ditempat terpisah Wakil Bupati Bolmut Suryansyah Korompot SH saat dimintai tanggapan berjanji akan segera memanggil oknum Kepsek melalui Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga (Dikpora) Bolmut.

Menurutnya, kekerasan di dunia pendidikan tidak bisa dibiarkan karena menyalahi aturan dan bisa mengganggu mental anak didik.

” Segera akan kami undang oknum kepsek tersebut,” singkat Korompot

Sementara itu, kepala Dikpora Bolmut Abdul Nazarudin Maloho berjanji akan memanggil oknum kepsek SDN dua Boroko Timur. Menurutnya sekolah harus dijadikan daya tarik agar disukai para siswa hingga mereka merasa betah disekolah bukan malah menciptakan tindakan yang menyalahi aturan dan berbuat kekerasan disekolah.

“Ini tidak dapat dibiarkan, sekolah harusnya menjadi taman yang digemari para siswa. Ini sangat bertentangan dengan fungsi sebagai guru,” tutupnya (dan)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Juliari Batubara dan Edhy Prabowo pantas Dituntut Hukum Mati

Infobmr.com – Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara dan ...