Kasus Kematian Melahirkan Mulai Terjadi

Buntut Kurangnya Fasilitas Medis

(Info BMR) BOROKO – Indeks pembangunan manusia di Bolmong Utara masih relatif rentan untuk tercapai secara maksimal. Salah satu tolok ukurnya adalah, tingkat kematian persalinan atau melahirkan. Apabila tidak ada kasus kematian saat persalinan, tolok ukur bisa itu menunjang kriteria yang lain.

Hanya saja, kondisi di Bolmong Utara masih jauh dari harapan. Pasalnya, di penghujung triwulan I 2015. Kasus kematian mulai terjadi. Seperti kasus yang terjadi pada hari Jumat (13/3) sore. Sri Sufatri Mamalu, warga desa Kuala harus meregang nyawa ketika menjalani persalinan.

Putri Sudibyo Mamalu itu, berjuang  untuk melahirkan putra Keduanya. Hanya saja, diduga kuat, fasilitas medis yang belum memadai di Puskesmas Boroko dan penanganan yang ala kadarnya menyebabkan terjadi insiden meregangnya nyawa sang Ibu.

Informasi yang dirangkum di Puskesmas Boroko, saat itu kondisi Ny Sri sudah kepayahan setelah melahirkan bayinya. Plasenta (Ari-ari, red) dari sang bayi tidak keluar menyebabkan kondisi Ny Sri amat parah. Itu membuat petugas Puskesmas mengambil langkah segera membuat rujukan ke RS Gorontalo.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Dalam perjalanan munuju Gorontalo, tepatnya di desa Buko, Pinogaluman. Ny Sri menghadap sang khalik. Syukurnya, bayi Ny Sri berjenis kelamin laki-laki masih selamat saat melahirkan di Puskesmas Boroko.

Aripin Bolota, S.Pdi, keluarga dari korban amat menyesalkan keterlambatan dalam penanganan terhadap korban. Mestinya, saat kondisi Korban sudah tidak memungkinkan Pihak Puskesmas dan Keluarga masih tarik menarik untuk merujuk Korban. Ini preseden buruk  yang harus menjadi pelajaran dan pengalaman terhadap Pihak Puskesmas Kaidipang agar kedepan tidak lagi terjadi hal serupa dan dalam melakukan penanganan pasien persalinan harus profesional,tukas Arifin.

Sementara Kepala Puskesmas Boroko Jun Djenaan, SKM mengatakan pihak Puskesmas Boroko sudah berusaha secara maksimal terhadap pasien, akan tetapi sebagai manusia hanya mampu berusaha. (tr-01)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Cherish Akhiri Masa Lajang, Ini Tanggapan Netizen

Cherish Akhiri Masa Lajang, Ini Tanggapan Netizen

Infobmr.com , Life Style – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) ...