Suasana Rapat Kanwil Kemenag Dalam Rangka Membahas Faham Radikal

Kanwil Kemenag Bahas Bahaya Faham radikal di Bolmut

(Info BMR) BOROKO – Munculnya faham-faham radikal keagamaan di Indonesia akhir-akhir ini makin membuat keresahan ditengah masyarakat dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama.

Mencermati isu faktual yang terjadi saat ini terutama munculnya faham radikal yang berpotensi mengancam stabilitas kehidupan manusia, maka Kanwil Kementerian Agama Propinsi Sulawesi Utara, sebagai institusi Negara yang bertugas mengurusi perikehidupan beragama di wilayah provinsi, menggelar rapat kordinasi dengan para penyuluh agama di Kab Bolaang Mongondow Utara guna membahas isu radikalisme.

Bertempat di salah satu Hotel dikawasan Desa Kuala Utara, (08/10/2015) Kanwil Kemenag Sulut melalui Seksi Bimbingan Masyarakat ( Bimas) Islam Kemenag Bolmong Utara menggelar acara tersebut. kegiatan yang terdanai lewat DIPA Bimas Islam ini, menghadirkan sejumlah 45 orang penyuluh agama non PNS yang tersebar di 6 kecamatan di Kab. Bolaang Mongondow Utara.

Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Bolmut Mustari Maaloman yang juga penanggungjawab kegiatan, mengatakan bahwa pesertanya adalah para penyuluh agama di kabupaten Bolmong Utara.

“Kita melibatkan para penyuluh dalam membahas isu radikalisme ini karena mereka (Penyuluh. red) yang setiap saat bersosialisasi  dengan masyarakat di desa, sehingga bisa memberi penyuluhan pada masyarakat tentang bahaya radikalisme agama” ujar Maaloman.

Drs. Muhtar Bonde, salah satu pemateri dalam kegiatan dalam penyampaiannya menegaskan bahwa faham radikal ini sangat berbahaya dan perlu ditangani secara serius, dan bentuk keseriusan itu adalah memberi penyuluhan pada masyarakat melalui para penyuluh  agar masyarakat tidak mudah tergiur untuk mngikuti faham radikal.

Menurutnya, bahwa diantara ciri-ciri faham radikal adalah, tidak menerima Ideologi Pancasila sebagai dasar negara, Mengajarkan kekerasan dalam beragama, Menganggap NKRI sebagai negara thogut (kafir) dan ajaran yang dianggap menyimpang serta sulit diterimah oleh akal sehat.

“Faham radikal ini membuat keresahan ummat, memecah belah, namun saya yakin di Kab. Bolmong Utara masih aman, hanya kita perlu waspada” ujar Bonde. (Rid)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Update Corona di Indonesia 8 April 2020 : 2.956 Positif, 222 Sembuh, 240 Meninggal Dunia

Infobmr.com, JAKARTA – Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan ...