Gambar Ilustrasi

Lagi, Ibu Rumah Tangga “Menjerit”

Infobmr.com, BOROKO – Naiknya harga pangan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara akhir-akhir ini, membuat sejumlah ibu rumah tangga “menjerit”. Pasalnya, Harga yang sebelumnya stabil, naik hingga dua kali lipat dari harga sebelumnya.

“Naiknya lumayan banyak, biasanya untuk berbelanja ke pasar cukup membawa Rp 50 ribu. Tapi sekarang malah tidak cukup belanja bawa uang segitu” ujar ibu Sri warga Boroko.

Hal yang sama juga disampaikan Ida, seorang pembeli. “Saya maunya harga barang-barang kembali seperti biasa, kalau naik gini kami jadi susah mengatur pengeluaran. Ini jadi penderitaan semua ibu-ibu rumah tangga.” jelas ida.

Dirinya berharap pemerintah bisa mengatur harga-harga supaya tidak terus naik. “Kasihan masyarakat yang kurang manpu seperti kami ini, tambah menderita dengan kenaikan harga ini,” tambahnya.

Norma Datuela, seorang pedagang mengakui ada kenaikan harga sembako. “Iya ibu-ibu mengeluh kenapa harga pangan sekarang naik. Jadi saya bilang saja mungkin karena lagi musim mahal,” sebutnya.

Norma juga mengeluhkan akibat kenaikan harga, kini dagangannya sulit untuk laku semua. “Saya jualan beras sehari habis 50 kilo sekarang cuma bisa 30-35 kilo saja. Saya tidak bisa apa dari sananya sudah naik,” katanya.

Dia menuturkan harga pangan saat ini sudah tidak seperti biasanya. Beras yang awalnya Rp 10.000/kg naik menjadi Rp 12.000/kg, Cabe Merah yang sebelumnya Rp 20.000/kg kini menjadi Rp 40.000/kg, Bawang Merah Rp 20.000/kg menjadi Rp 40.000/kg, dan Sayuran yang biasanya Rp 1.000/ikat kini menjadi Rp 2.000/ikat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Ketahanan Pangan Ir. Farham Patadjenu, MM saat ditemui reporter media ini turut membenarkan perihal kenaikan harga pangan saat ini. Hal ini disebabkan banyaknya pihak yang terlibat dalam proses distribusi (penyaluran,red) serta maraknya permainan harga yang sengaja dilakukan beberapa pedagang yang tidak bertanggung jawab.

“Tidak stabilnya harga yang saat ini terjadi karena panjangnya jalur distribusi barang. Dari Petani hingga ke Pengecer. Itupun harga yang ditetapkan tiap jalurnya berbeda-beda, dan akhirnya konsumen akan mendapati harga paling tinggi” terangnya.

Dia pun menambahkan bahwa untuk mengatasi persoalan tersebut Pihaknya akan segerah melakukan operasi pasar guna menekan kenaikan harga. (Tr-01)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Ryze Tech Luncurkan Drone Seharga Satu Jutaan

Infobmr.com, TEKNO – Persaingan drone kini semakin ketat, startup asal ...