Harga Kopra Merangkak Turun, Petani Kelapa Di Bolmut Mengeluh

Infobmr.com, BOLMUT – Harga olahan kelapa dalam atau kopra yang mengalami pasang surut akhir-akhir ini, menyebabkan keresahan bagi petani di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Pasalnya, harga per 1 kg yang biasanya mencapai Rp 7.000  kini hanya berkisar di angka Rp 4.500; bahkan sempat anjlok pada bulan April – Juni dengan harga Rp 3.500.

Ahmad, salah satu petani kelapa dalam asal Desa Boroko Timur ikut mengeluhkan kondisi ini, menurutnya harga kopra biasanya mencapai Rp 800.000 bahkan Rp 900.000/100 kg nya, kini turun drastis di angka 450.000/100 kg.

“Kondisi ini memicu kami untuk menunda masa panen atau dengan cara lain yakni menjual kelapa perbiji kepada pengepul. Kami pun berharap pemerintah daerah bisa mengendalikan harga kopra ini sehingga tidak merugikan para petani,” ujar Anto kepada media ini, beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) Bolmut, Ir. Farham Patadjenu., kepada media ini, kamis (02/08/2018) mengatakan jika, pasang surut harga kopra yang terjadi saat ini adalah akibat dari mekanisme pasar.

“Ini adalah hal yang biasa terjadi, mekanisme pasar itu karena terjadinya peningkatan produksi komoditas lain seperti jagung dan sawit yang bisa menjadi olahan minyak goreng, sehingga berimbas pada harga kopra,” terangnya

Patadjenu menambahkan, produk minyak goring bukan hanya dari kopra, ada juga dari komoditas lain seperti jagung dan sawit, karenanya tidak bisa dicegah dan mekanisme harga pasar ini berlaku secara global.

“Untuk mengurangi kerugian, kami menghimbau agar para petani kelapa membuat sebuah perkumpulan atau organisasi, sehingga punya nilai tawar kepada pembeli kopra, dan bisa menjual langsung hasil olahan kopra ke pabrik, tidak melalui petani pengepul. Selanjutnya, para petani ikut memanfaatkan hasil ikutan seperti sabut kelapa, batok kelapa, daun kelapa dan olahan kopra putih yang saat ini lagi trend karena bisa menghasilkan minyak kelapa murni, dan yang terakhir agar memanfaatkan lahan untuk menanam tanaman palwija yang bisa menambah penghasilan tambahan,” ujar mantan Kaban BKP Bolmut itu. [chan]

Harga Kopra Merangkak Turun, Petani Kelapa Di Bolmut Mengeluh

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Ryze Tech Luncurkan Drone Seharga Satu Jutaan

Infobmr.com, TEKNO – Persaingan drone kini semakin ketat, startup asal ...