Duduki Kantor Camat, Warga Minta Sangadi Boroko Timur ‘Dicopot’

Infobmr.com, BOROKO – Mendadak kantor camat Kaidipang, Senin (21/08/2017) diserbu warga. Usut punya usut, penyerbuan tersebut dilatar belakangi oleh kekecewaan warga Desa Boroko Timur (Bortim) terhadap sangadi (Kepala Desa.red) yang dianggap meresahkan warga desa setempat.

Massa yang mengatas namakan Aliansi Masyarakat Desa Boroko Timur itu, mendesak pihak kecamatan bertindak tegas dengan memberi rekomendasi ke Bupati untuk memberhentikan Sangadi .

“Kami mendesak agar sangadi segerah diberhentikan atau mengundurkan diri dari jabatan,” ujar salah satu orator demo Iva Babay.

Menurut dia, ada beberapa alasan yang mendasar mengenai desakan atas pemberhentian sangadi, diantaranya sebagai pemimpin, Sangadi sudah berbuat tidak terhormat dan meresahkan masyarakat sekaligus mengingjak kehormatan perempuan.

“Pecat sangadi sekarang juga, camat harus bertindak tegas, bupati juga harus bertindak tegas,” koar Iva dalam orasinya.

Pantauan  Infobmr.com. Nampak masa aksi yang menduduki kantor kecamatan mendesak camat dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Boroko Timur yang hadir, segera menggelar rapat pleno untuk mengeluarkan rekomendasi pemberhentian Sangadi untuk disampaikan ke Bupati.

“Harus diplenokan sekarang juga, kami tidak mau menunggu besok, jika tidak!, kami tidak akan beranjak dari tempat ini,” Seruh Salma Paputungan salah satu peserta aksi.

Kuatnya desakan warga, memaksa BPD Boroko Timur langsung menggelar rapat pleno. Dipimpin oleh Ketua BPD Soni Tilaar dan 2 anggota Selvi Kambey dan Rikson Mokodompis, menyetujui aspirasi masyarakat untuk memberhentikan sangadi.

“Setelah menggelar rapat internal, maka dengan ini BPD Boroko Timur menyetujui aspirasi masyarakat untuk memberhentikan Sangadi,” ujar Rikson membacakan isi berita acara pleno.

Ditempat terpisah, Sangadi Boroko Timur Robby Pakaya ketika dimintai tanggapan, menyampaikan apresiasi kepada warganya. Secara pribadi, kata Robby, Ia tidak mempersoalkan aksi dari warga, hanya saja pihaknya tidak suka jika demo tersebut ada muatan-muata yang memperkeruh suasana di Desa Boroko Timur.

“Itu yang saya khawatir. Untuk persoalan saya berhenti dari sangadi itu tidak masalah. Saya hanya akan mempertanyakan dimana letak kesalahan saya,” ujar Robby.

Disinggung soal hasil pleno BPD di kantor kecamatan terkait rekomendasi pemberhentian dirinya sebagai Sangadi, Robby menilai jika putusan anggota BPD itu keliru sebab masyarakat Boroko Timur berjumlah seribu lebih, sementara yang menuntut  Sangadi mundur hanya puluhan orang.

“Yang pasti saya ada pembelaan, Kalau saya diberhentikan hanya karena kawin lagi, dimana letak kesalahan saya, dari sisi adat dan agama?. Kalau saya terkena kasus korupsi atau selingkuh dengan istri orang, tak perlu didemo pun saya sendiri yang akan menghadap Bupati dan meminta untuk diberhentikan,” tutup Robby.[dan]

Duduki Kantor Camat, Warga Minta Sangadi Boroko Timur ‘Dicopot’

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Ryze Tech Luncurkan Drone Seharga Satu Jutaan

Infobmr.com, TEKNO – Persaingan drone kini semakin ketat, startup asal ...