DP-Syah Kecewakan Warga Solo

Bertahun-tahun tidak diperhatikan

(Info BMR) BOROKO – jangan ada sejengkal tanah dan seorang manusia yang termarginalkan di negeri ini, sepertinya hanya merupakan deretan kata yang tidak bermakna lagi bagi warga Desa Solo kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Pasalnya semenjak Bolamut dimekarkan menjadi sebuah Daerah Otonom hingga saat ini, Desa tersebut nyaris tidak tersentuh oleh program pemerintah Daerah. Padahal tidak sedikit warga yang berdomisili di desa tersebut.

Viki Evel Tampi salah satu warga Desa Solo kepada media ini mengeluhkan soal sarana transportasi jalan menuju desa mereka dari tahun ketahun tidak pernah diperhatikan meskipun kondisi jalanan yang suda sangat memprihatinkan.

“setiap musim kampanye banyak kandidat yang datang untuk minta dukungan. Janji mereka apabila terpilih nanti akan memprioritaskan perbaikan jalan di desa kami. Namun hingga kini, janji-janji tersebut tidak pernah di realisasikan”. Keluhnya Minggu (26/07) kemarin.

Pantauan langsung media ini, tampak kondisi jalan yang sangat parah. Selain berlubang-lubang permukaan jalan dipenuhi bebatuan sebesar kepalan tangan orang dewasa. Sangat ironis jika diibaratkan sama halnya sungai kering (kuala mati kata orang manado.red).

“sepertinya keberadaan desa kami telah dihapus dari peta Bolmut. Sebab sudah delapan tahun kami hanya menerima janji-janji. Kami berharap agar Pemkab jangan menganaktirikan desa kami. Sebab sudah bertahun-tahun kami selalu diperhadapkan dengan bahaya kecelakaan ketika melintasi satu-satunya akses jalan desa,” ujarnya.

Dia bersama warga mengaku, sudah sangat kecewa dengan Bupati Depri Pontoh dan Wabup Suriansyah. Sebab janji Pilkada mereka pada warga tidak pernah ditepati. “Kami warga disini seratus persen miskin dan tidak pernah tersentuh pembangunan.” keluhnya.

Ditempat terpisah, Wakil ketua DPRD Arman Lumoto menanggapi, jika apa yang dikeluhkan oleh warga harus jadi prioritas Pemkab. “Ini adalah pembelajaran bagi pemerintah daerah. DPRD meminta agar perbaikan akses jalan desa harus diprioritaskan pada tahun 2016,” tukasnya.(dan)

Satu Komentar

  1. memang butul semua masyarakat mengeluh untuk saat ini, karna pembangunan dan kinerja kerja dari DP-Syah yang ternilai lambat, baik segi internal maupun eksternalnya,,, sehingga krisis ekonomi dan pembangunan dirasakan masyarakat, menurut saya bukan cm desa solo sja yg termarjinalkan… keseluruhan bolmut spertinya merasakan dampak.

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Cherish Akhiri Masa Lajang, Ini Tanggapan Netizen

Cherish Akhiri Masa Lajang, Ini Tanggapan Netizen

Infobmr.com , Life Style – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) ...