Buntut Pembebasan Lahan Sengketa, Kinarja Kejari Boroko Ditantang

Infobmr.com, BOROKO – Meski 600 juta habis digelontorkan untuk  pembebasan lahan sebesar 3 Hekto Are (Ha) di Kecamatan Sangkub, namun hingga kini, lahan tersebut belum dapat dikuasai sepenuhnya oleh Pemkab Bolmut. Pasalnya lahan yang dibebaskan untuk rencana pembangunan pasar sangkub itu hingga kini masih berpolemik.

Usut punya usut, selain bersengketa, lahan yang dibabaskan sejak tahun 2012 silam itu diduga kuat adanya mark-Up anggaran terkait pembebasannya.

“Ini namanya tabrak aturan. Negara juga dirugikan. Harusnya kalau sudah menggunakan APBD pasti menjadi asset daerah. Ini jelas telah terjadi mark-Up didalamnya mengingat standar harga tanah untuk wilayah Sangkub tidak mencapai Rp 50 juta,” ungkap praktisi hukum di Bolmut Gandi Goma

Dia juga menantang pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Boroko membongkar dugaan adanya indikasi korupsi pada pembebasan lahan tersebut.

“Saya tantang pihak Kejari membongkar adanya dugaan mark-Up pada pembebasan lahan pasar Sangkub,” tantang Goma.

Terpisah, Camat Sangkub Juyoto Bonde saat ditemui wartawan di Desa Busisingo Minggu (15/1) sekira pukul 16.15 wita, mengaku standar harga untuk ladang  diwilayahnya hanya berkisar diangka Rp 25 juta hingga Rp 30 juta.

“Kalau ladang berkisar pada harga Rp 30 juta,” singkat Bonde dan langsung berlalu menemui warganya  Desa Busisingo.

Sementara itu, pemilik lahan, Warda Moy Kantohe mengaku jika lahannya Pemkab Bolmut mebayar Rp 200 juta  untuk 1 Ha. namun setelah itu digugat oleh saudara kandungnya yang mengklaim lahan tersebut adalah tanah warisan.

“Ya benar saat itu saya dibayar Rp 200 juta untuk satu hektar dan Rp 600 juta untuk tiga hentar. Namun setelah itu tanah yang sudah dibayar kembali digugat saudara-saudara saya,” ungkap kantohe saat ditemui dikediaman Minggu (15/1/2017)

Ketua Dewan Kabupaten Bolmut Karel Bangko, SH berjanji segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) melakukan penelusuran terkait adanya dugaan korupsi pada pembebasan lahan pasar Sangkub. “Dalam waktu dekat segera kami bentuk Pansus,” janji Bangko

Kejari Boroko Dwinyanto Prihartono melalui Kasie Intel Roberto Sohilat yang dmintai tanggapan oleh wartawan berjanji akan segera melakukan investigasi terkait adanya aroma korupsi pada pembebasan lahan tersebut.

“Akan kami telusuri. Jika tak ada halangan dalam waktu dekat kami akan melakukan pengecekan lokasi hingga perampungan data,” singkat Sohilait melalui BBM Minggu kemarin. (dan)

Baca Juga

Realisasi Program 2017 Dimantangkan, Asripan Pimpin Rapat SKPD

Tahun ini DPRD Bolmut Agendakan 18 Ranperda

Disdikbud Bolmut Bakal Hadirkan Tiga Kementrian

Jumlah Pengangguran Stagnan, Karel Bangko : Harus Diseriusi

Sukseskan Program KB, DPPKBPPPA Bolmut, Gencar Lakukan Pelayanan

Pelantikan Pengurus PMI Bolmut Periode 2017-2021

Karel Apresiasi Pembangunan Taman Pengajian di Nunuka

Bolmut Kabupaten Pertama di Sulut ‘Cairkan’ Gaji ASN

Jarang Diangkut, Sampah Hiasi Badan Jalan Ibu Kota Boroko

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Ryze Tech Luncurkan Drone Seharga Satu Jutaan

Infobmr.com, TEKNO – Persaingan drone kini semakin ketat, startup asal ...