Bukan Lockdown, Begini Penanggulangan Covid-19 di Bolmut

Infobmr.com, BOROKO – Pemberlakuan buka tutup jalur trans Sulawesi Utara di wilayah perbatasan provinsi Gorontalo-Sulawesi utara di Kabupaten Bolaang Mongondow utara hingga saat ini sudah memasuki hari ke empat. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut kesepakatan antara pemerintah provinsi Sulawesi utara dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara beberapa waktu lalau.

Pemberlakuan buka tutup Jalur trans Sulawesi tersebut dinilai cukup evektif menekan penyebaran Covid-19 yang meresahkan warga Bolmut dalam tiga pekan terakhir. Melalui pemberlakuan ini, Tim satgas penanggulangan penyebaran Covid-19 Bolmut melakukan pengetesan suhu tubuh dan pendataan setiap warga hingga penyemprotan cairan Disinpektan di kenderaan yang masuk atau melintasi wilayah Bolmut. Pengetesan suhu tubuh dan penyeprotan dilakukan oleh tenaga medis Dinas Kesehatan Kabupaten setempat.

Juru bicara Tim penanggulangan Covid-19 Bolmut, Drs. Lexi Talibo menerangkan bahwa pemberlakuan ini bukanlah Lockdown seperti informasi yang berkembang akhir-akhir ini. Menurut dia istilah yang lebih tepatnya adalah karangtina Wilayah. Hal ini dimaksudkan agar seluruh warga yang masuk bisa di investigasi apakah terinfeksi atau tidak.

“Kami tidak melakukan lockdown, yang kami lakukan adalah karangtina wilayah perbatasan. Teknis kerjanya adalah melakukan penutupan akses pada malam hari. Itu dilakukan pada pukul 18.00 wita dan akan dibuka lagi pada pukul 06.00 wita. Hal ini pula dilakukan oleh pemerintah provinsi Gorontalo di Kecamatan Atinggola”, ujar Lexi yang juga asisten satu Pemkab Bolmut itu.

Dalam tiga hari sebelumnya pasca pemberlakuan karangtina wilayah perbatasan, lanjut Lexi, kendala yang dihadapi tim Covid-19 adalah terjadinya penumpukan kenderaan di wilayah perbatasan sehingga menyebabkan antrian yang panjang. Hal inilah yang merepotkan Satgas Covid-19.

Namun, dengan pengalaman tersebut, pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dan Bolmut kembali melakukan rapat kordinasi terkait penyamaan standar operasional Prosedur (SOP) pemeriksaan warga yang masuk wilayah perbatasan.

“Hasil rapat tersebut kami telah menyepakati terkait SOP diantaranya menambah jumlah Pos pemeriksaan untuik mengurai antrian kenderaan yang masuk”, kata Lexi usai menggelar rapat kordinasi yang diselenggarakan di Kecamatan Atinggola, Senin (30/03/2020).

Upaya untuk mengurai antrian tersebut, terang Lexi, untuk menindak lanjuti keluhan warga yang merasa khawtir soal adanya interaksi antara penumpang kenderaan dengan warga perbatasan. Selain itu antrian panjang yang terjadi disepanjang jalan di area perbatasan dapat mengurang kenyamanan pengguna jalan trans Sulawesi. [dan]

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Update Corona di Indonesia 8 April 2020 : 2.956 Positif, 222 Sembuh, 240 Meninggal Dunia

Infobmr.com, JAKARTA – Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan ...