BPBD Bolmut Jelaskan Bantuan Di Binjeita II Bukan Kategori Rehabilitasi Rekonstruksi

Infobmr.com, BOROKO  –  Seiring berhembusnya berbagai isu miring terkait proses pembangunan di Desa Binjeita II yang beberapa waktu lalu terkena dampak bencana angin puting beliung, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan kategori rehabilitasi dan rekonstruksi melainkan bantuan untuk pembangunan darurat.

Hal ini dikatakan langsung oleh Kepala BPBD Drs. Musliman Datukramat, M.Si kepada reporter media Infobmr.com yang ditemui langsung diruang kerjanya, bahwa terdapat kekeliruan persepsi dari masyarakat yang mengira bahwa bantuan untuk Desa Binjeita II itu adalah rehabilitasi dan rekonstruksi yang artinya peembangunan secara menyeluruh.

“Kami harus jelaskan bahwa dana untuk Binjeita II itu adalah bantuan pembangunan darurat yang bersumber dari Direktorat Tanggap Darurat BNPB Pusat. Karenanya bantuan ini membagi rumah yang rusak kedalam tiga kelompok yakni rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat dan diperbaiki sesuai dengan kerusakannya. Berbeda dengan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi yang membangun kembali rumah baru. Jumlah untuk bantuan darurat ini pun terbatas yakni hanya 1 Miliar 860 juta yang dibagi kepada 139 bangunan rumah dan semua langsung masuk ke masyarakat di Desa Binjeita II.” Terangnya

Ditambahkannya, bahwa bantuan ini sudah sesuai dengan data awal yang diambil langsung oleh tim dari BPBD dan PU yang dikepalai langsung oleh Assisten 1.

“Data yang kami masukkan sesuai dengan data awal dari tim yang turun langsung ke rumah-rumah warga. Karenanya jika ada isu yang mengatakan bahwa ada yang tidak mendapatkan bantuan, saya katakana itu tidak benar. Bisa jadi warga yang bersangkutan belum tersentuh pembangunan karena prosesnnya sekarang baru berjalan 50 %. Sebab berbeda antara tidak tersentuh pembangunan dan belum tersentuh, karena jalannya proses ini tergantung dari pihak ketiga yang mau memulai dari mana proses pembangunannya.” Ungkapnnya

Dia pun menjelaskan jika pembangunan telah terbagi atas tiga macam yakni rumah yang masuk kategoeri rusak ringan, rusak sedang dan rusak parah.

“Batas waktu pembangunan yakni sampai 18 Maret 2017 karena sesuai dengan jadwal masa transisi darurat ke pemulihan. Dan karena bantuannya ini terbagi atas tiga macam, maka rumah yang masuk kategori rusak sedang dan berat ditanggung oleh bantuan BNPB yang 1.860 juta itu, sedangkan untuk rusak ringan bersumber dari APBD Bolmut lewat belanja tak terduga yang jumlahnya sekitar 40 juta dan yang ini diserahkan dalam bentuk uang langsung ke masyarakat yang tergolong rusak ringan.” Ujar mantan Kabag Ekbanng itu. (Chan)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Samsung Luncurkan Galaxy Note10 Lite

Infobmr.com, TEKNO – Samsung dikabarkan akan meluncurkan seri Galaxy Note ...