suasana saat limabelas ASN Kemenag Bolmut menerima penghargaan Satya Lencana, selasa (05/01/2021).

15 ASN Kemenag Bolmut Terima Penghargaan Satya Lencana di HAB

Infobmr.com , BOLMUT – Limabelas orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menerima penghargaan Satya Lencana.

Acara Penyerahan penghargaan satya lencana ini dilaksanakan pada kegiatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-75 Kemenag pada hari ini, selasa (05/01/2021) dalam upacara yang digelar di halaman Kemenag Bolmut.

Ke-15 ASN yang menerima satya lencana ini adalah

1. Hi. Abdulah Diu, S.Ag
2. Wahum Panegoro, S.Pdi
3. Hj. Meisaroh Kosegeran, S.Ag
4. Dewanti Mamonto, S.Pdi
5. Frans Kelly Harimu, S.PAK. M.Pd
6. Rusdi Toana, S.Sos
7. Kasmat, S.Sos.I
8. Ilham Pontoh, S.HI
9. Moh. Arif Iskandar, S.E
10. Nur Zumriyah Laweto, SE
11. Yervina E. Anau, S.Ag
12. Sri Sulianti Mokobuy, A.Ma
13. Soesy Elisabeth Denni, S.Theol
14. Aisa Djuli, S.Pdi
15. Yanti Datukramat

Plt Kepala Kemenag Bolmut Lily Korniaty, S.Pd M.Pd yang menjadi inspektur upacara peringatan HAB ini membacakan sambutan Menteri Agama RI.

Dalam petikan sambutan Menteri Agama, diantaranya disampaikan bahwa di usia 75 tahun Kementerian Agama, agar memaknai segala prestasi yang telah dicapai dan menempatkannya sebagai momentum untuk menebalkan niat dan motivasi dalam mencapai yang lebih baik lagi di masa mendatang.

Kementerian Agama memberikan anugerah penghargaan dan apresiasi kepada seluruh elemen umat beragama tanpa membedakan satu sama lain, atas dukungan, sinergi dan kebersamaannya mengawal tugas-tugas Kementerian Agama.

Peringatan Hari Amal Bakti tahun ini mengusung tema “Indonesia Rukun”. Tema ini sejalan dengan semangat nasional yang menempatkan kerukunan umat beragama sebagai salah satu modal bangsa ini untuk maju. Tanpa kerukunan, akan sukar menggapai cita-cita besar bangsa agar sejajar dengan bangsa lain di dunia.

Pengembangan toleransi dan kerukunan antarumat beragama merupakan karya bersama para Tokoh Agama, para Menteri Agama dan aparatur Kementerian Agama dari masa ke masa. Tanpa toleransi, tidak ada kerukunan.

Toleransi dan kerukunan antarumat beragama dilakukan dengan tanpa mengusik akidah dan keimanan masing-masing pemeluk agama. Pengalaman membuktikan toleransi dan kerukunan tidak tercipta hanya dari satu pihak, sedangkan pihak yang lain berpegang pada hak haknya sendiri.
Dewasa ini, kita mengembangkan moderasi beragama, agar toleransi dan kerukunan yang sudah ada lebih mengakar di dalam kehidupan.

Itulah diantaranya petikan sambutan Menteri Agama RI yang dibacakan Kakan Kemenag Bolmut.

[Ridwan]

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Juliari Batubara dan Edhy Prabowo pantas Dituntut Hukum Mati

Infobmr.com – Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara dan ...