Eks Dirut PD Gadasera

Aset Gadasera Tidak Jelas

Algaus: Bupati Segera Mintai Pertanggung Jawaban Kepada Dirut Lama

(Info BMR) Bolmong – Adanya dugaan ketidakjelasan beberapa aset milik Perusahaan Daerah (PD) Gadasera, sehingga pihak Inspektorat Kabupaten Bolmong, diminta harus melakukan audit. Pasalnya, hingga saat ini Dirut BUMD itu, Sudibyo Lasabuda, sama sekali tak mengetahui aset PD Gadasera. Diakui Lasabuda, aset dimaksud yaitu bergerak maupun tak bergerak berupa kendaraan, traktor dan sertifikat–sertifikat lainnya. “Semenjak saya menerima jabatan Dirut PD Gadasera dari pejabat lama, sama sekali tidak pernah menerima pertanggungjawaban, “akui Lasabuda, kepada Sejumlah Wartawan dan Lembaga suwadaya Masyarakat (LSM)

Dia meminta kepada pihak Inspektorat Kabupaten Bolmong, untuk segera melakukan audit. “Ya, harus diaudit, biar diketahui apa-apa aset milik perusahan ini,” cetusnya. “Ini perlu dilakukan demi kepentingan bersama, sehingga saya bisa tau persis inventaris milik PD Gadasera,” imbuhnya.

Lanjutnya, semenjak ditugaskan memegang jabatan tanggal 31 Januari 2013 hingga kini, belum mendapatkan serah terima pertanggungjawaban mengenai aset, ataupun hasil pertanggungjawaban penggunaan keuangan dari Dirut lama, Firasat Mokodompit SE. Dan hal ini membuat Lasabuda mengalami sedikit kebingungan untuk memulai kerjanya.

Hal ini pun  menimbulkan prihatin dari sejumlah tokoh pemuda yang peduli terhadap aset Daerah, salah satunya Rahmat Algaus, tokoh pemuda Bolaang Mongondow, menjelaskan. Dirut lama, Firasat Modompit harus bertanggung jawab terhadap persoalan ini.

“ Pemerintah Daerah, seharusnya jangan diam dengan masalah ini, bila perlu pemerintah dalam hal ini Bupati Bolaang Mongondow, H.Salihi B Mokodongan, segera memanggil Dirut lama untuk dimintai pertanggung jawaban terhadap seuruh aset-aset Perusahaan Daerah (PD) Gadaera, tegas Algaus.

Terpisah, Inspektur Bolmong Abdul Latief ketika dikonfirmasi, menyampaikan pihaknya belum mengaudit PD Gadasera karena selama pergantian pimpinan dirinya belum mendapat koordinasi dari pihak Gadasera terkait inventaris. “akan tetapi ditahun 2015 ini pihak kami agan egera mengaudit seluruh aset-aset yang ada di gadasera, tutup latif saat dikonfirmasi via telpon 081340019xxx.(aji)

Satu Komentar

  1. Ass.sy pegawai gadasera yg ikut honorer waktu pimpinan dirut Hi.hasan mamonto dan firasat hanya melanjut kan tapi beliau hanya menghacurkan gadasera sedangkn gadasera memegang aset daerah bol-mong.tidak di bayar gaji sy sejak thn.2007 sampai sekarang. Pernah sy ketemu di tempat pegetikn lokasi patong bogani dia megetik PT.Gadasera berarti gadasera itu miliknya. Menurut hasan klau salah satu karyawan tidak lolos di honorer maka gadasera menjadi PT; klu karyawan lolos di honorer maka gadasera menjadi dinas gadasera.tapi firasat tidak menerima karyawan atas nama DAE KASAD MONDO( dae mondo) sebab itu beliau bertarung dgn widi mokoginta mantan anggota dewan. Kasihan gadasera sudah tidak berdaya lagi sedangkn memegang aset daerah. Orang korop.sikat saja di penjara.sedangkn mantan nomor satu aja di seret apa lagi haya direktur gadasera. Hm..trim’s

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Ryze Tech Luncurkan Drone Seharga Satu Jutaan

Infobmr.com, TEKNO – Persaingan drone kini semakin ketat, startup asal ...